Madrasah Diimbau Tak Gelar Kegiatan Berisiko Tinggi

66
Direktur KSKK Madrasah M Isom Yusqi. (Foto: kemenag)

Tangerang, Muslim Obsession – Kementerian Agama mengimbau madrasah untuk tidak menggelar kegiatan berisiko tinggi. Hal ini merespon peristiwa meninggalnya 11 siswa MTs Harapan Baru, Ciamis dalam kegiatan susur sungai di Sungai Cileuer.

“Kita semua tentu berduka dan prihatin. Peristiwa yang menimpa siswa MTs Harapan Baru harus menjadi pelajaran. Madrasah jangan gelar giat ekstrakurikuler yang berisiko tinggi, apalagi jika SOP pengamanannya belum siap,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, M Isom Yusqi di Tangerang, Ahad (17/10/2021).

Isom mengatakan, setiap kegiatan pendidikan seyogianya menjamin aspek kesehatan dan keselamatan siswa. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi, pembelajaran tatap muka (PTM) bahkan dibatasi maksimal 50 persen dan kegiatan ekstrakurikuler dilarang.

BACA JUGA: Ramaikan Hari Santri, 100 Pesantren Ikuti Pameran Virtual

Ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani 4 Menteri, yaitu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Mungkin kita perlu sosialisasikan ulang aturan yang sudah ada agar lebih dipahami,” katanya.

Tentang kejadian Ciamis, ia menyerahkan kepada pihak berwenang apabila ditemukan kelalaian yang mengandung unsur pidana.

Isom barharap tragedi ini menjadi yang terakhir. Dia meminta Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia untuk memberi perhatian khusus terhadap aspek kesehatan dan keselamatan siswa dalam kegiatan pendidikan di madrasah.

BACA JUGA: Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Sebesar Rp2juta

Berdasarkan keterangan pihak madrasah, kegiatan pramuka merupakan agenda rutin mingguan di MTs Harapan Baru.

Saat itu, selepas shalat Jumat, diadakan program kepanduan yang mengambil tema Tadabbur Alam (menghayati lingkungan hidup), berupa menyusuri bantaran sungai Cileueur, Utama Ciamis, sambil membersihkan sampah.

Kegiatan ini diikuti 145 peserta, 12 guru pembina, dan 25 senior pendamping. Mereka sebelumnya dikumpulkan di halaman madrasah untuk mendapatkan penjelasan teknis kegiatan.

BACA JUGA: Hebat! Hanya dengan Smartphone, Siswi Madrasah Terbitkan 4 Novel Selama Pandemi

Acara ini telah dipersiapkan dua hari sebelumnya. Untuk itu di lapangan sudah dipasang tanda-tanda dan para peserta telah diberitahu tentang rute yang akan dilalui.

Pada awalnya kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurut keterangan pihak sekolah, pada pukul 15.00 WIB, seorang peserta terpeleset masuk ke sungai dan dengan cepat terseret ke tengah. Hal ini memicu peserta lain menceburkan diri ke sungai untuk menolong.

Namun, belasan siswa turut terseret ke tengah dan tersedot arus bawah yang deras. Saat itu guru pembina juga berusaha menolong, namun tidak semua dapat ditarik menepi. Sebanyak 11 siswa tidak tertolong dan ditemukan meninggal. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here