M Natsir, KH Muslich, dan SM Kartosuwirjo

110

Merawat Anak Kartosuwirjo

DUA BELAS tahun kemudian, tepatnya pada 12 September 1962, Kartosuwirjo yang telah ditangkap dan diadili, dieksekusi mati.

Tidak lama sesudah Kartosuwirjo dihukum mati, Kiai Muslich yang tinggal di Jl. Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur, kedatangan tamu yang membawa dua anak:  perempuan dan laki-laki.

Yang perempuan bernama Ratna adalah putri orang kepercayaan Kartosuwirjo, sedangkan yang laki-laki, biasa dipanggil Ucup, anak Kartosuwirjo.

“Pak Natsir meminta saya merawatnya,” kata Kiai Muslich, tokoh NU yang dikenal sederhana.

Ratna disekolahkan oleh Kiai Muslich hingga menjadi guru. Sesudah menikah, dia ikut suaminya.

Ucup hanya sekitar satu tahun tinggal bersama Kiai Muslich.[]

(Sumber: Anif Punto Utomo, Kesederhanaan dan Jejak-jejak Perjuangan KH Muslich, Jakarta, Sinergi Aksara, Januari 2019, halaman 109-111.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here