Luhut BP: Potensi Bisnis Keuangan Syariah Capai US$ 3 Triliun

80
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Twitter Kemenko Kemaritiman)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut potensi bisnis keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Namun, realisasi keuangan masih kecil.

“Tadi kan saya bilang potensi syariah itu mencapai tiga triliun dolar. Kita baru dapat berapa persen, kecil,” ujar Luhut di Jakarta, Ahad (8/12/2019).

Luhut menyayangkan realisasi keuangan dari ekonomi syariah masih kecil. Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim yang besar di dunia. Saat ini penduduk muslim dunia mencapai 1,84 miliar orang dan akan mencapai sekitar 27,5 persen jumlah populasi dunia pada 2030.

Adapun dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar keuangan syariah dunia pada 2023 ditargetkan mencapai US$ 3 miliar. Sementara per hari ini baru US$ 460 juta.

“Dan kalau kita lihat di Indonesia ini masih sangat tertinggal, hanya 10 persen dari keuangan kita, ekonomi kita, yang basisnya syariah. Bandingkan dengan Arab Saudi dengan 51 persen atau Malaysia 23 persen,” tutur Airlangga.

Sementara, jumlah lembaga keuangan syariah di Tanah Air antara lain 34 bank syariah dan 58 takaful atau asuransi. Sehingga, ruang berkembangnya masih sangat besar.

Dengan daya tarik yang besar akan potensi ekonomi syariah di Indonesia itu pula, Luhut optimistis kawasan Pusat Keuangan Syariah Internasional, khususnya Menara Syariah, nantinya akan diminati oleh pelaku ekonomi syariah. Apalagi, pemerintah akan mengeluarkan Omnibus Law guna memacu investasi di Tanah Air.

“Pasti akan banyak sekali (yang akan mengisi). Dengan adanya Omnibus Law akan banyak sekali,” ujar Luhut. Belum lagi, kata dia, kalau melihat peluang pasar keuangan syariah Tanah Air yang masih bisa berkembang lagi ke depannya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here