London dan Belgia Cabut Larangan Hijab di Sekolah

568
Sekolah Di Inggris Akan Larang Siswi di Bawah Usia 8 Tahun Berjilbab

Brussel, Muslim Obsession – Larangan mengenakan hijab bagi anak murid perempuan muslim di sekolah di beberapa negara, mulai dicabut.

Di antaranya adalah Belgia. Baru-baru ini pengadilan di Kota Tongeren telah memutuskan, sejumlah 14 gadis Muslim yang mengikuti sekolah negeri harus diizinkan untuk mengenakan hijab di sekolah. Meskipun, ada larangan umum tentang hijab dan penutup kepala di Sekolah Negeri Flemish Belgia Utara.

Menurut laporan media Belgia, orang tua anak perempuan tersebut mengambil langkah hukum. Karena mereka tidak setuju dengan larangan di kedua sekolah yang diiikuti anak-anak perempuan mereka.

Hakim Tongeren yang bertanggung jawab atas komunikasi dengan media, Ariane Braccio, mengatakan kepada jaringan VRT News Belgia, dalam mencapai keputusannya, pengadilan mempertimbangkan ketentuan yang dibuat dalam Traktat Eropa mengenai Hak Asasi Manusia.

Traktat itu mewajibkan semua negara Uni Eropa, termasuk Belgia, mengizinkan warganya untuk mempraktikkan agama mereka dengan kebebasan penuh.

“Pengecualian diperbolehkan jika ada masalah dengan segregasi atau tekanan yang diterapkan untuk mengubah keyakinan. Namun, bukan itu masalahnya di sini,” kata Braccio, dilansir dari Kuwait News Agency, Sabtu (24/2/2018) waktu setempat.

Ia mengatakan, lima dari 14 gadis tersebut sekarang berada di sekolah lain. Sementara yang lainnya sekarang bisa mengenakan hijab di kelas, kecuali sekolah-sekolah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Tidak hanya Belgia, St Stephen’s School di Newham, London Timur, salah satu sekolah terkemuka yang didanai negara di Inggris, akhirnya memutuskan untuk mencabut larangan berhijab bagi anak perempuan di bawah usia delapan tahun yang sebelumnya akan mereka perpanjang.

Berdasarkan pedoman Departemen Pendidikan di Inggris, kebijakan seragam adalah masalah bagi individual kepala sekolah dan badan pemerintahan mereka. Sekolah St Stephen tersebut, dengan mayoritas murid dari latar belakang India, Pakistan atau Bangladesh.

Mereka telah mendesak pemerintah Inggris untuk mengeluarkan panduan yang jelas mengenai masalah hijab dan puasa keagamaan yang berkaitan dengan murid-murid yang sangat belia, guna mencegah reaksi balasan dari orang tua.

Akhirnya, mereka membatalkan keputusan terkait larangan hijab dan puasa tersebut setelah mendapatkan kritikan masyarakat luas. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here