Lockdown, Simulasi Dukhon di Era Dajjal?

9477

Muslim Obsession – Situasi mewabahnya virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown. Yakni kebijakan yang melarang warga untuk masuk dan keluar ke suatu tempat karena kondisi darurat.

Dalam konteks saat ini, lockdown diterapkan untuk melarang warga di sebuah daerah atau negara untuk masuk dan keluar dari tempat tersebut untuk memutuskan rantai Covid-19.

Belakangan istilah lockdown menjadi sangat dikenal. Bahkan sebuah tulisan yang viral di media sosial mengartikan lockdown sebagai simulasi jelang datangnya dukhon.

Berikut ini tulisan viral yang bisa membuat pembacanya mengernyitkan dahi.

Lockdown sekarang aja sudah tak nyaman. Bosan, suntuk, terisolasi dan tidak bebas.

Padahal kita masih memiliki TV, HP dan media elektronik lain sebagai hiburan dan masih bisa hidup di dunia maya serta masih terjamin makan dan minum.

Tapi ingatlah, ini hanya simulasi dari Dukhon 40 hari 40 malam.

Bayangkan lockdown zaman Dajjal nanti kita harus dipaksa hidup 40 hari 40 malam tanpa televisi, handphone bahkan tanpa listrik sekalipun dalam keadaan gelap gulita, baik siang maupun malam dalam gumpalan kabut.

Yang lebih mengerikan kita harus hidup dalam keterbatasan makanan bahkan air sekalipun.

Bayangkan lockdown Corona saja sudah tak nyaman, yang notabenya masih difasilitasi media elektronik dan listrik, masih ada hiburan dalam dunia maya.

Gimana lockdown Dukhon? Apakah kita sanggup?

Apalagi diambang batas Dukhon, Dajjal keluar dengan membawa harapan kenikmatan dunia di atas kelaparan yang melanda.

Sanggupkah kita menjadi Anti Dajjal? Atau kita menjadi pengikutnya (na’udzubillah)? Sedang lockdown Corona saja kita sudah banyak mengeluh dan berontak.

Jadikanlah lockdown Corona ini renungan kita untuk simulasi di akhir zaman, yaitu Dukhon.

Apa itu Dukhon?

Dikutip dari Suara Muslim, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang dukhon dalam QS. Ad-Dukhon ayat 10-11, yang artinya: “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.”

Ali bin Abi Thalib mengatakan, dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa. (Tafsir Ibn Katsir, 7/249).

Dalam riwayat Hudzaifah Nabi Muhammad pernah bersabda, “Dukhan itu memenuhi timur dan barat. Tinggal selama 40 hari. Untuk orang mukmin, mereka terkena paparan sehingga seperti orang pilek. Sementara orang kafir, seperti orang mabuk. (Tafsir at-Thabari, 25/68).

Dan setelah gelap selama 40 hari, maka bumi mengalami cuaca yang kacau selama tiga tahun:

“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, pada waktu itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan pada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, sehingga ia tidak meneteskan setitik air pun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah. Para Sahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada masa itu?” Beliau menjawab, “Tahlil, takbir, tasbih dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan,” (Ibnu Majah, Al-Hakim dan Adh-Dhiya Al-Maqdisi dishahihkan oleh Al-Albani).

Wallahu A’lam. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here