Lima Faktor Pendukung ‘Sustainable Fashion’

130

Jakarta, Muslim Obsession – Sesuai dengan tema lingkungan yang mendorong terjadinya perubahan tren di atas, Product Development Division, Indonesian Fashion Chamber, Yufie S.S. Kartaatmaja, menjelaskan strategi yang dilakukan industri fashion dalam mendukung kelestarian lingkungan.

Ada lima faktor yang mendukung strategi pelestarian lingkungan oleh kalangan industri fashion antara lain dalam hal material, produksi, distribusi, penggunaan oleh konsumen, dan disposal.

Dari seluruh faktor ini, beberapa strategi yang menjadi benang merah antara lain penggunaan bahan-bahan yang terbarukan dan mudah diurai, minim atau hemat energi, daur ulang, desain dan bahan baku multi-fungsi, dan lain-lain.

“Sustainable fashion adalah sebuah pola pikir bertanggungjawab dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial & ekonomi pada keseluruhan daur hidup produk mulai dari tahap pra-produksi, proses produksi, distribusi & pasca produksi,” terang Yufie di gelaran MUFFEST 2020 di JCC Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Salah satu desainer yang terus berusaha berinovasi menciptakan produk fashion yang lebih ramah lingkungan dari waktu ke waktu adalah Rosie Rahmadi.

Koleksi ramah lingkungan Rosie Rahmadi berhasil diwujudkan melalui kerjasama dengan Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan produsen viscose rayon terintegrasi pertama di Asia.

Melalui kolaborasi dengan APR, Rosie Rahmadi berhasil menciptakan karya yang lesswaste dengan menggunakan material berserat natural sehingga bersifat biodegradable yang sepenuhnya dapat kembali ke alam. Material yang digunakan di antaranya seperti rayon, linen, serta viscose.

Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi industri modest fashion ke arah yang lebih baik yaitu menampilkan karya karya yang tetap memperhatikan lingkungan dengan pemilihan material yang berkelanjutan bagi bumi.

“Pemilihan bahan yang tepat dan selalu menjaga proses produksi adalah concern kami terkait sustainable fashion untuk ke depannya. Semoga di MUFFEST tahun depan bisa terus menambah produk-produk yang ramah lingkungan dan sudah tidak ada lagi limbah tekstil yang cukup berbahaya,” ujar Rosie.

Sementara itu, APR Head of Marketing Communication, Sheila Marisa Rachmat, menyatakan bangga bisa ikut serta untuk kedua kalinya dalam MUFFEST.

“Tema  MUFFEST tahun ini sudah sangat sesuai dengan prinsip APR yaitu  environment friendly.  Harapannya semoga ke depan MUFFEST bisa merambah dan menambah partner dan terus menunjang konsep sustainable ini” ungkap Sheila.

Untuk itulah pada MUFFEST kali ini APR menggandeng para desainer yang ramah lingkungan, mulai dari Rosie Rahmadi, Deden Siswanto X Gajah Duduk, Dan Liris (Bateeq), Syukriah Rusdi, serta Eugeneffectes X Gajah Duduk.

MUFFEST 2020 dilaksanakan selama empat hari mulai 20 – 23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan mengusung tema “Fashionable People for Sustainable Planet”. Tema ini ingin menekankan pada kiprah para desainer untuk semakin peduli pada fashion yang yang ramah lingkungan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here