Liga Muslim Dunia: Malaysia Negara Moderat

477
Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Mohammad Abdul Karim Al-Issa (kanan), berbicara kepada editor di Riyadh. (Photo: NST Press)

Riyadh, Muslim Obsession – Malaysia adalah contoh bagus dari keharmonisan nasional di dunia, terlepas dari masyarakat multi-etnis dan multi-budaya. Demikian pernyataan Liga Muslim Dunia kepada sejumlah editor dari Malaysia.

Dilansir NST Press, Senin (26/3/2018), menurutnya, keberhasilan Malaysia juga mencerminkan pendekatan moderasi (wassatiyah) yang didukung oleh ajaran Islam yang sejati.

Mohammad Abdul Karim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia mengatakan tanpa ragu untuk mengakui Malaysia sebagai contoh dari wassatiyah. Issa menilai, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak membuat langkah bijak dalam memperkenalkan konsep wassatiyah.

“Malaysia dan Arab Saudi bersama-sama dalam upaya ini. Kita seharusnya tidak membiarkan pemikiran ekstremis di negara kita. Malaysia adalah salah satu negara dengan tahap moderasi yang maju. Malaysia, jika bukan negara moderat, tidak akan sesukses seperti saat ini,” ungkapnya.

Issa menuturkan bahwa moderasi telah melahirkan kebijaksanaan dan koeksistensi damai dalam aspek sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Koeksistensi damai dapat dicapai dengan mengadopsi moderasi sebagai cara hidup yang mendalami pencarian keadilan, keseimbangan dan kesetaraan.

“Muslim dan non-Muslim bisa hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati dan bersatu, seperti yang ditunjukkan oleh Malaysia. Ekstremisme dan terorisme tidak memiliki tempat dalam Islam,” ujar Issa.

Ia mengklaim pemuda-pemuda Muslim yang bergabung kelompok Islam garis keras seperti ISIS, mereka tidak memiliki kesadaran akan agama.

“Mereka bahkan tidak tahu cara membaca Al-Quran dengan benar. Anak-anak berusia 20-25 tahun ini hanya menerima ISIS secara membuta,” tandasnya.

Issa juga menduga masyarakat Barat memiliki kesalahpahaman tentang Islam. Padahal terorisme dan ekstremisme bertentangan dengan ajaran Islam. Issa juga mengatakan, Arab Saudi ingin menjalani kehidupan modern dan akan mempertahankan konsep moderasi.

“Penguasa Saudi, Raja Salman, telah memenangkan pujian dari dunia Muslim dalam melayani dan membela Islam. Mereka menghargai sikapnya yang dermawan dalam menyoroti pendekatan moderat dan dimensi budaya Islam. Salah satunya melalui pembentukan Pusat Raja Salman untuk Perdamaian,” tutur Issa.

Menurutnya, moderasi, keadilan dan toleransi adalah fitur utama yang dicerminkan oleh Islam dan Nabi Muhammad Saw. Liga Dunia Muslim mengaku tidak hanya menyuarakan keprihatinan dunia Islam, tetapi juga kemanusiaan pada umumnya, karena pesan Islam bersifat global.

Issa juga mengecam keras Iran, yang katanya berusaha untuk menciptakan kekacauan dalam kedok Islam untuk mencari ekspansi politik di wilayah tersebut. Menurutnya, sudah jelas bahwa Iran adalah bahaya bagi dunia.

“Contoh yang sangat bagus adalah Yaman. Dunia harus bersatu untuk melawan serangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Teheran telah berulang kali membantah bahwa mereka memiliki keterlibatan dalam perang di Yaman. Arab Saudi telah memimpin sebuah koalisi militer untuk mendukung pemerintah sah Yaman sejak 2015, di mana ribuan orang tewas dan tiga juta mengungsi. (Vina)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here