Lewati Pos Perbatasan, Israel Tembak Warga Tunarungu Palestina

75

Tepi Barat, Muslim Obsession – Aksi penembakan sadis kembali dilakukan oleh pasukan Keamanan Israel. Dengan sengaja, tentara Israel menembak seorang warga Palestina tunarungu yang tidak bisa mendengar perintah untuk berhenti di pos pemeriksaan Tepi Barat yang diduduki tentara Israel.

Juru bicara pihak kepolisian, Micky Rosenfeld, melaporkan bahwa warga Palestina berusia 60 tahun itu berjalan di persimpangan Qalandiya di utara Yerusalem. Hanya mobil yang diizinkan untuk melintas di area itu, sementara pejalan kaki tidak.

Diberitakan Aljazeera, Senin (17/8), Rosenfeld mengatakan kalau pasukan keamanan meminta tunarungu Palestina tersebut untuk berhenti. Namun karena tidak bisa mendengar, seorang tunarungu Palestina tersebut terus saja berjalan mendekati Pasukan Keamanan Israel.

Baca juga: Jalin Perjanjian dengan Israel, Kepala Parlemen Turki Kutuk UEA

Pasukan keamanan kemudian menembak tunarungu tersebut tepat di kakinya. Setelah itu, kata Rosenfeld, petugas baru mengetahui kalau orang tersebut tidak bisa mendengar atau pun berkomunikasi.

Sebelumnya, tiga bulan lalu, polisi Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 32 tahun yang mengalami autisme parah. Laki-laki tersebut dikejar polisi perbatasan Israel hingga ke sebuah sudut di Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel kemudian melepaskan tembakan ketika laki-laki tersebut meringkuk di samping tempat sampah, setelah dikira sebagai penyerang.

Baca juga: Pengadilan Italia: Yerusalem Bukan Ibu Kota Israel

Insiden itu memicu kritik keras dan seruan kepada polisi Israel untuk mengubah pedoman penembakan dengan mempertimbangkan para disabilitas. Kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina sudah lama menuduh Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Seorang anggota Parlemen keturunan Arab Israel, Heba Yazbak, mengatakan, insiden yang terjadi pada Senin itu merupakan salah satu gambaran bagaimana pasukan keamanan Israel begitu membahayakan kehidupan manusia.

“Pertama mereka menembak, dan kemudian mengeceknya. Penembakan terhadap seorang tunarungu Palestina yang tidak bersalah adalah contoh lain dari kemudahan pasukan keamanan Israel bisa membahayakan nyawa manusia,” katanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here