Lewati Cuaca Buruk, Dai Parmusi Berikan Bantuan kepada Warga Korban Banjir Bandang di Sigi

137

Sigi, Muslim Obsession – Tim Kemanusiaan dan Peduli Bencana Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Kota Palu melakukan aksi kemanusiaan di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang dilakukan Jumat (3/9/2021) ini merupakan yang kedua kalinya setelah aksi serupa yang dilakukan tak lama setelah bencana banjir bandang menerjang pada Ahad (29/8/2021) malam.

Para Dai Parmusi menyalurkan sembako serta pakaian layak pakai bagi masyarakat dewasa dan anak-anak.

“Subhanallah, kondisi cuaca di Desa Rogo memang sangat memburuk beberapa hari sebelum diterjang banjir bandang yang datang bercampur material lumpur dan tumpukan kayu dari arah barat pegunungan,” ujar Ustadz Arif Zakman kepada Muslim Obsession, Senin (6/9).

BACA JUGA: Seberangi Lautan, Dai Parmusi Palu Tebar Hewan Qurban di Pedalaman

Dai Parmusi Kota Palu ini menuturkan, banjir bandang membuat puluhan rumah di sejumlah dusun rusak berat. Total ada 104 Kepala Keluarga di Dusun 1, 2, dan 4 yang kehilangan tempat tinggalnya akibat bencana tersebut, termasuk rumah Kepala Dusun yang terendam lumpur.

Ustadz Arif mengaku, aksi kali ini sangat menegangkan karena medan yang ditempuh rusak parah akibat bajir bandang.

“Ketika melewati jembatan Rogo yang airnya sangat deras, sampai jembatannya tidak bisa terlihat karena tertutupi derasnya luapan air, sehingga beberapa mobil tidak bisa melewatinya. Kali ini sungguh tegang karena pikiran kami, nyawa pun jadi taruhannya,” ungkapnya.

BACA JUGA: FOTO: Aksi Kemanusiaan Dai-Dai Parmusi di Mamuju

Sesampainya di lokasi banjir bandang, sambungnya, dalam keadaan hujan yang mengguyur tubuh, basah dan kedinginan, para Dai Parmusi langsung menyambangi warga untuk membagikan sembako.

Mereka sempat berinteraksi panjang kepada Babinsa setempat, Pelda W. Pageh, yang menuturkan bahwa kejadian banjir bandang berlangsung sejak Ahad (29/8/2021) sebelum Maghrib dan puncaknya saat menjelang Isya.

“Saat ini warga korban banjir bandang masih membutuhkan banyak bantuan. Terutama kebutuhan mendasar seperti makanan, minuman, alas tidur dan selimut,” kata Ustadz Arif.

BACA JUGA: Mengharukan, Perjalanan Aksi Kemanusiaan Dai-Dai Parmusi di Mamuju

Perjalanan pulang Tim Kemanusiaan dan Peduli Bencana Dai Parmusi Kota Palu dari Desa Rogo pun tak kalah menantang.

Da’iyah Parmusi Kota Palu Ustadzah Asnidar yang turut dalam rombongan menceritakan bahwa perjalanan tim sempat terganggu di Desa Baka karena jalan yang putus akibat luapan air.

Para Dai dan relawan kemudian balik kembali melewati jalan di Desa Kaleke, sehingga tiba di kediaman sekitar pukul 10 malam.

BACA JUGA: 3 Tahun Berlalu, Dai Parmusi Sulap Lorong Jadi Pesantren

“Inilah realitas yang terjadi, bagaimana dengan kondisi saudara kita yang ada di sana, rumah sudah tertanam lumpur, harta benda hilang. Setiap hujan deras mereka mengungsi dan ketika hujan reda mereka sibuk mengeluarkan lumpur dari rumah,” ungkap Ustadzah Asnidar.

Ia berharap umat Islam di Tanah Air turut memberikan perhatian sekadar untuk meringankan beban dan kesedihan warga korban banjir bandang tersebut.

“Duka mereka, duka kita bersama sebagai muslim sejati. Maka saudaraku sekalian, mari kita membantu sesama, meringankan beban saudara kita yang tak punya. Teruslah berbagi kebaikan dan menebar manfaat untuk umat,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here