Lepas Jabatannya, Jack Ma Akan Gunakan Sisa Hidupnya untuk Mengajar

605
Jack Ma (Foto: The National)

Bali, Muslim Obsession – Salah satu orang terkaya di China, Jack Ma resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin eksekutif atau CEO kerajaan bisnis e-commerce Alibaba. Pria tersebut memilih fokus terhadap hal lain usai mengundurkan diri.

Jack Ma mengaku ingin menggunakan sisa hidupnya untuk mengajar, karena sebelum memiliki perusahaan Alibaba pada 1999, Jack memang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di China.

“(Pendidikan) adalah sesuatu yang bagus saya lakukan untuk sisa hidup saya,” kata Jack dalam sebuah sesi diskusi di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Ahad (14/10/2018).

Selain itu, Jack menilai pendidikan lebih penting daripada teknologi yang menjadi inti dari bisnis Alibaba yang telah digawanginya selama 19 tahun. Dalam 30 tahun ke depan, manusia akan berhadapan dengan dampak buruk teknologi dan automasi yang mengancam hilangnya lapangan kerja.

Maka dari itu, Jack menilai anak-anak perlu diajari untuk jeli melihat peluang dan melakkan inovasi-inovasi yang tidak dapat dilakukan mesin. Karena mesin mampu menggantikan pekerjaan manusia dengan sama baiknya bahkan lebi cepat. Untuk itu, Jack akan lebih fokus pada pendidikan untuk kewirausahaan yang dinilainya adalah motor pertumbuhan ekonomi.

Agustus lalu, pria yang memiliki nama asli Ma Yun itu meluncurkan Netpreneur Prize untuk mendukung pemberdayaan wirausaha Afrika. Hadiah senilai US$ 10 juta akan diberikan kepada 100 pengusaha Afrika selama 10 tahun ke depan, yang berfokus pada inovasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta usaha kecil.

Setahun sebelumnya, Alibaba Business School bekerjasama dengan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) juga mengumumkan eFounders Fellowship Initiative, sebuah program untuk melatih 1.000 pengusaha dari negara berkembang, 200 orang diantaranya berasal dari Afrika. Program tersebut memfasilitasi para pengusaha untuk mempelajari bisnis dan inovasi di kantor pusat Alibaba di Hangzhou, China.

Kedua inisiatif ini diharapkan dapat membangun ekonomi yang lebih inklusif di Afrika, juga membentuk prospek masa depan masyarakat benua tersebut. Menurut Ma, orang-orang muda Afrika memiliki semangat potensi kewirausahaan yang besar untuk bisa dikembangkan.

“Saya tidak pernah mengajari seseorang menjadi sukses, tetapi akan berbagi tentang kesalahan-kesalahan yang saya buat. Dari kesalahan itu, kita bisa mengambil pelajaran dan membuat kemajuan,” katanya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here