Lebih dari 25 Masjid Bersejarah di Bulgaria Rusak Parah

584
Lebih dari 25 Masjid Bersejarah di Bulgaria Rusak Parah

Bulgaria, Muslim Obsession – Pihak berwenang di Bulgaria memblokir restorasi atau pemulihan lebih 25 masjid Era Ottoman dan situs lainnya. Demikian dipaparkan sejumlah pejabat Muslim setempat.

Dilaporkan Anadolu Agency Kamis, (8/2/2018), sebanyak 27 masjid era Ottoman di Bulgaria sedang menunggu restorasi. Karena menara, dinding dan pintu masjid roboh atau mengalami kerusakan yang cukup parah.

Namun, otoritas Muslim setempat mengeluh, karena pejabat Bulgaria tidak mengizinkan restorasi. Masjid-masjid tersebut tidak lagi memiliki menara, itu sebabnya mereka memblokir restorasi. Kemudian menyatakan puluhan masjid tersebut sebagai situs bersejarah.

Tercatat, Bulgaria memiliki sejumlah masjid, pemandian bersejarah Turki (hamams) dan sisa sejarah lainnya yang membutuhkan restorasi.

“Karena dikelilingi oleh situs arkeologi, beberapa masjid telah dinyatakan sebagai situs bersejarah. Hal ini menghambat pemulihan dan menghambat muslim beribadah,” papar pihak Kantor Mufti Agung di Bulgaria.

Kantor tersebut mengatakan, mereka telah mendesak secara legal untuk restorasi masjid-masjid tersebut selama bertahun-tahun.

Di antaranya ialah Masjid Fatih Mehmed, terletak di kota barat Kyustendil, Masjid Karaca Pasha di kota selatan Gotze Delchev dan Masjid Ibrahim Pasha di kota Razgrad.

Masjid Karaca Pasha, dibangun sekitar tahun 1400, kini dibiarkan membusuk setelah kubahnya ambruk pada tahun 2011.

Mustafa Izbishtali, Mufti Sofia mengatakan, pemeliharaan masjid semakin sulit karena rintangan birokrasi.

“Pejabat telah memblokir pemulihan Masjid Fatih Sultan Mehmed di Kyustendil, yang dibangun pada 1531, selama 30 tahun,” keluh Izbishtali.

“Pelepasan timah di kubah masjid telah dicuri bertahun-tahun lalu. Kemudian dijual kepada para kolektor. Karpet yang sangat berharga di masjid juga lenyap setelah dicuri dan dijual,” tambahnya.

Izbishtali menduga, ini merupakan kesengajaan pemerintah menghapus jejak-jejak peninggalan Islam di Kyustendil.

“Pemerintah kota membuat semua upaya untuk menghapus sejarah Islam. Mereka menunggu menara masjid runtuh, lalu menutupnya,” tuturnya.

Izbishtali juga mengatakan, prinsip pemerintah adalah “Jika sebuah masjid masih memiliki menara, artinya masih layak disebut masjid. Jika tidak ada, maka sebaliknya. Tidak lebih hanya museum.”

Setidaknya, dari 11 masjid era Ottoman di kota Kyustendil, hanya ada dua masjid terbuka untuk ibadah. Sedangkan dua masjid lainnya ditutup.

Izbishtali berharap, pemerintah Turki akan membantu mempromosikan kembali upaya restorasi. Ia mengambil contoh Presiden Recep Tayyip Erdogan yang melindungi tempat-tempat ibadah.

Ia juga mengatakan, masjid harus dipulihkan menjadi tempat ibadah, bukan museum. Contohnya, seperti gereja bersejarah Bulgaria di Istanbul yang mendapatkan upaya restorasi.

“Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menunjukkan dengan sangat baik. Bagaimana melindungi tempat-tempat ibadah terlepas dari kepercayaan yang dimilikinya. Pemulihan Gereja Sveti Stefan (St. Stephen atau Gereja Besi) di Istanbul adalah contoh bagus dari kasus serupa,” katanya.

Menggarisbawahi, masjid-masjid di kota-kota seperti Kyustendil dan Razgrad adalah warisan budaya umum. Oleh karenanya, sang Mufti mendesak Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov segera mendukung upaya restorasi.

Ada sekitar 4000 Muslim yang tinggal di dekat perbatasan Yunani di kota Gotze Delchev. Menurut ulama setempat, mereka terpaksa shalat di sebuah masjid dengan kapasitas hanya 100 orang. Bahkan, mereka harus shalat di teras-teras masjid.

Aydin Muhammed, salah satu Mufti di Blagoevgrad mengatakan, pemerintah harus melindungi struktur sejarah. Terlepas dari asal mereka apakah Romawi, Yunani kuno, atau Ottoman.

Muhammed menambahkan, komunitas Muslim siap mengembalikan masjid melalui cara mereka sendiri. Mereka pun siap meminta politisi untuk melawan rintangan birokrasi.

“Karena dari setiap batu bersejarah, memiliki nilai tersendiri,” tandasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here