Layang-Layang Gaza yang Buat Israel Kocar-Kacir

902
Layang-layang Gaza (Foto: ACT)

Gaza, Muslim Obsession – Kala kebebasan dikekang, kala blokade dari darat, laut, dan udara makin membuat jenuh nyaris dua juta populasi penduduk Gaza, kreativitas untuk melawan justru tak pernah surut.

Sekali lagi, ketangguhan warga Gaza untuk bertahan, berjuang, dan melawan bisa menjadi panutan warga dunia. Apapun upaya Zionis untuk merepresi, Gaza tetap tak bisa dipadamkan.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi ACT, Jumat (29/6/2018) kali ini, senjata yang digunakan warga Gaza adalah sebuah layang-layang. Ya, layang-layang kertas. Jangan salah, meski rapuh tapi layang-layang terbukti menjadi simbol kebebasan paripurna bagi warga Gaza.

Layang-layang melawan blokade canggih

Sudah satu dekade sejak pertama kali Israel melakukan blokade penuh atas Gaza. Darat Gaza dipagari. Laut dijaga dan tak boleh ada nelayan Gaza melaut lebih dari 6 mil laut. Udara apalagi, bandara satu-satunya di Gaza kini sudah berkarat hancur kena bombardir.

Menahan jalur udara pun, Israel telah memiliki sistem pencegat rudal canggih. Sistem itu dinamakan Iron Dome, fungsi utamanya mencegah roket rakitan warga Gaza meluncur ke arah Israel.

Israel juga telah menciptakan teknologi untuk mendeteksi dan menghancurkan di mana saja jalur terowongan bawah tanah. Terowongan tersebut dahulu sengaja dibangun warga Gaza, di bawah kepungan pagar Israel. Terowongan ini juga dipakai untuk jalur keluar masuk Gaza. Kini, nyaris tak ada lagi terowongan bawah tanah yang menjadi pintu masuk Gaza.

Tujuan utama Israel tetap bertahan selama satu dekade terakhir, yakni menutup total atau mengunci Gaza dengan blokade penuh. Blokade ini perlahan melemahkan Gaza, membuat dua juta penduduk Gaza seperti tak punya hak apapun untuk bertahan hidup di tengah hiruk-pikuk perkembangan dunia.

Namun, ketika semua upaya untuk memblokade itu dimasifkan oleh Zionis, apakah Gaza melemah? Justru kreativitas warga Gaza makin meledak-ledak. Sejak sebelum Idulfitri lalu, Israel tengah menghadapi tantangan baru yang digencarkan oleh anak-anak muda Gaza, tantangan itu berwujud layang-layang api.

Layang-layang diterbangkan langsung dari Gaza, dipakai untuk melawan, dipakai untuk menunjukkan pada dunia, bahwa masih ada dua juta warga Gaza yang terkepung dan terenggut haknya sebagai manusia.

Bahkan, cerita mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bermukim di Gaza, sejak beberapa hari terakhir militer Zionis sampai mengeluarkan jet tempur F-16 nya, melayang rendah di atas Gaza. Jet tempur supersonik itu, digunakan untuk menembak dan melakukan perlawanan atas puluhan sampai ratusan layang-layang!

Dari dalam Gaza, layang-layang api disiapkan setiap harinya oleh anak-anak muda Gaza. Energi penggerak layang-layang itu bukan hanya angin, tapi juga emosi yang meledak-ledak. Emosi yang bercampur dengan penolakan untuk menyerah. Gejolak emosi warga Gaza ini bahkan sudah terkumpul sejak aksi Al-Awdah March bulan Maret silam.

“Sebagian besar anak muda Gaza menganggur, infrastruktur dan perumahan rusak tak bisa dipulihkan, sumber air hampir 100 persen tercemar. Bagaimana mungkin kami menyerah?” tulis Ahmed Najjar, seorang anak muda Gaza kepada laman media independen, dissidentvoice.org.

Dari atap-atap rumah di Gaza yang padat dan kumuh, dari tanah lapang di sepanjang perbatasan sebelah timur Gaza, layang-layang yang digantungkan bara api itu pun melayang jauh. Layang-layang membawa ambisi anak-anak Gaza , ambisi merebut kembali langit Gaza.

“Dengan layang-layang mereka melawan pesawat Israel yang berdengung tanpa henti di atas kepala. Dengan layang-layang anak muda Gaza melawan rudal yang dikirimkan Israel untuk meruntuhkan bangunan dalam hitungan detik,” tulis James Cook, seorang jurnalis independen yang menulis tentang Gaza untuk laman dissidentvoice.

Layang-layang api membakar lahan pertanian Israel

Digerakkan oleh angin, diterbangkan tinggi di langit Gaza, layang-layang api bergerak bebas keluar dari langit Gaza. Mengutip data Al-Jazeera, layang-layang api dari Gaza telah menyebabkan kebakaran lahan pertanian di sepanjang perbatasan Israel dan Gaza.

Tak sampai membuat warga Israel terluka, tapi layang-layang api dari Gaza memicu kebakaran lahan pertanian. Klaim Israel, mereka telah menghabiskan lebih dari $2 juta untuk memadamkan api di 7.000 hektare lahan pertanian.

Lebaran kemarin, mengutip media lokal Israel, Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan sampai menyerukan tindakan tegas untuk melawan layang-layang dari Gaza. Ia berkata, bagi siapa pun yang menerbangkan layang-layang di Gaza – bahkan anak kecil – berlaku tindakan tembak di tempat.

Bahkan, tindakan represif lebih besar sedang digencarkan oleh Israel. Seperti yang dikisahkan mitra ACT di Gaza, demi melawan layang-layang itu, beberapa hari terakhir sejumlah serangan udara dilancarkan Israel ke perbatasan Gaza.

Meski terbang tanpa suara, layang-layang Gaza sebenarnya sedang bersuara lantang. Suaranya nyaring agar sekali lagi dunia sadar dan terbangun, bahwa hati nurani warga Gaza masih terkoyak.

Bahwa penderitaan besar warga Gaza tak pernah menyurutkan semangat untuk melawan. Meski peluru yang bisa dipakai sekarang sangat sederhana, hanya sebuah layang-layang. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here