Larangan Daging Halal di Belgia Picu Kontroversi

538
Belgia Larang Daging Halal (Foto: Reuters)

Belgia, Muslim Obsession –  Usulan larangan daging halal yang mulai berlaku di wilayah Flanders utara Belgia, memicu kontroversi di antara komunitas Yahudi dan Muslim di negara itu.

Sebelumnya, Parlemen di wilayah Flemish dengan suara bulat telah memberikan suara pada Juni 2017 untuk melarang daging halal dan melarang penyembelihan hewan tanpa pemingsanan, yang ditetapkan menjadi efektif mulai 1 Januari 2019.

Ketetapan ini mengikuti keputusan serupa di wilayah Wallonia pada Mei 2017 yang akan mulai berlaku pada Agustus 2019.

Sedangkan menurut syariat Islam, hewan-hewan itu harus disembelih dengan menggorok leher mereka tanpa membuat mereka kaget sebelum disembelih.

Dilansir Daily Sabah, Rabu (2/1/2019) komunitas non-Kristen melihat putusan itu sebagai ancaman terhadap agama dan juga risiko bagi kehidupan mereka.

Rabbi Menachem Margolin, seorang warga Belgia yang mengetuai Asosiasi Yahudi Eropa mengatakan kepada The Jewish Chronicle (JC) bahwa hal ini sangat disayangkan bagi mereka.

Sementara itu, Ketua Konferensi Rabi Eropa Pinchas Goldschmid, menyebut hari itu hari yang menyedihkan bagi orang-orang Yahudi di Eropa, hari yang menyedihkan bagi kebebasan beragama di Eropa.

Sejak tahun 2017, perdebatan tentang larangan penyembelihan hewan menurut metode Islam dan Yahudi terus meningkat, sementara larangan yang diberlakukan kepada komunitas Muslim dan Yahudi terus menerima reaksi.

Sebagai informasi, umat Muslim membentuk 5 persen dari total populasi Belgia 11,50 juta, sementara komunitas Yahudi membentuk 0,4 persen.

Masalah pelarangan penyembelihan daging halal juga masih menjadi polemik di Austria, Polandia, Belanda dan Swiss pada 2018. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here