Larang Berpoligami, Amany Lubis Sebut PSI Kurang Wawasan Keislaman

2062

Jakarta, Muslim Obsession – Sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya berpoligami menimbulkan polemik di masyarakat.

Sebagian pihak menganggap langkah PSI bertentangan dengan ajaran Islam yang membolehkan Poligami, sebagian lain menilai langkah itu sebagai upaya menghilangkan diskrimnasi terhadap kaum perempuan.

Menanggapi hal itu, Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Profesor Amany Lubis menilai larangan tersebut hanya ‘kerjaan’ anak-anak remaja yang masih kurang baca, kurang wawasan keislaman dan masih tergerak oleh suasana sekularisme dan liberalisme yang ada pada sebagian orang di negeri ini.

“Dan tentu kita tidak mendukung itu, MUI akan membela apa yang prinsip dalam Al-Quran, dan yang nyata-nyata di dalam Al-Quran ada, itu tidak bisa kita napikan, misalnya Allah itu satu, itu tidak bisa kita napikan, yang kalau kita napikan berarti syirik, kemudian ada ayat-ayat terkait hukum, kalau kita juga napikan maka kita juga bisa sesat, tidak memahami ajaran Islam dengan baik,” katanya kepada Muslim Obsession, Selasa (18/12/2018).

Oleh karena itu, pihak PSI yang mengaku bahwa poligami tidak Islami, bahwa melecehkan manusia dan lainnya, tentu perspektif agama tidak bisa dinapikan, maka dari itu, bagaimana pelaksanaanya di tengah masyarakat, hal itu tinggal masyarakatnya yang harus memiliki wawasan, harus berilmu, harus berakhlak, dan juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, khususnya antara suami dan istri.

“Inilah tantangan kita yang harus kita pacu terus, kalau tidak mau ada poligami, ya jagalah keluarga, oleh karena itu kita punya konsep ketahanan keluarga dimana disitu komunikasi antar anggota keluarga harus sehat, harus kuat, harus juga terbuka, maka akan dimunculkan saling hormat-menghormati, tentu tidak mau saling melukai,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here