Langkah yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Terpapar Covid-19

89
Ilustrasi: Mengompres anak yang terserang demam. (Foto: momsxyz)

Jakarta, Muslim Obsession – Penderita Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, di Indonesia anak-anak juga banyak yang terserang virus ini. Padahal, menurut ahli, kasus Covid-19 pada anak sangat rendah.

Mengidentifikasi gejala Covid-19 pada anak-anak memang lebih sulit lantaran gejalanya mirip dengan berbagai penyakit anak pada umumnya. Gejala yang sering muncul pada anak-anak antara lain demam dan batuk.

Jika anak menunjukkan gejala

Jika anak demam, atau menunjukkan gejala lain, orangtua harus curiga bahwa si anak terkena virus corona. Pasalnya, sulit dibedakan jika hanya dengan pengamatan visual. Anda patut waspada terutama jika demam disertai berbagai gejala pernapasan, seperti batuk, pilek, tidak nafsu makan, atau mual dan muntah.

Hal bisa dilakukan adalah segera menghubungi dokter atau membawa anak Anda untuk tes PCR. Tes ini bisa berguna untuk menentukan rencana perawatan berikutnya.

Jika hasilnya positif Covid-19, dokter akan menilai dari kondisi anak apakah anak bisa dirawat dan melakukan isolasi mandiri di rumah atau perlu dirawat di rumah sakit. Namun, tidak perlu khawatir, kebanyakan kasus anak bisa dirawat di rumah.

Cara merawat anak di rumah

Hal yang paling utama adalah mengikuti arahan dan mengonsumsi obat-obatan dari dokter jika ada. Selain itu, Anda bisa menemani anak Anda agar merasa lebih sehat. Jika anak demam, Anda bisa memberikan parasetamol untuk menurunkan panas.

Pastikan anak Anda istirahat yang cukup untuk mendukung sistem imunnya. Asupan nutrisi dan cairan pada anak juga sangat penting untuk mengoptimalkan pengobatan Covid pada anak.

Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, berikan ASI atau susu botol dalam jumlah yang lebih sedikit tetapi sering. Ini akan menjaga anak dari dehidrasi tanpa menimbulkan mual yang memicu muntah.

Pada bayi lebih dari 6 bulan hingga anak-anak, Anda juga harus memberikan minuman dan makanan dalam porsi kecil, tetapi frekuensinya meningkat.

Untuk memotivasi anak agar mau minum banyak, Anda bisa mengganti asupan cairannnya dengan susu, jus buah yang dibekukan, milkshake, dan berbagai variasi minuman kesukaan anak.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi makanan, Anda bisa mencoba memberinya berbagai makanan dalam porsi kecil. Beberapa ide makanan ketika anak sakit antara lain roti lapis kecil, sup, roti bakar, nasi putih, pasta, jelly, dan es krim. Selain itu, berikan juga buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, stroberi, dan melon.

Apa yang harus dilakukan saat isolasi mandiri?

Untuk melakukan pengobatan Covid pada anak di rumah, pisahkan kamar anak dengan anggota keluarga yang lain. Pilihlah satu orang saja untuk merawat anak. Ini akan meminimalisasi kemungkinan menularkan virus corona ke anggota rumah yang lainnya.

Orang yang merawat anak harus memakai masker sepanjang waktu. Jika anak yang sakit berusia lebih dari 2 tahun, anak juga harus selalu menggunakan masker. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian dalam keadaan menggunakan masker.

Jika memungkinkan, usahakan anak menggunakan kamar mandi yang berbeda dari anggota keluarga yang lainnya. Jika tidak bisa, biasakan untuk menyemprot kamar mandi dengan cairan disinfektan sesering mungkin.

Kapan harus membawa anak ke rumah sakit?

Jika saat isolasi mandiri di rumah anak menunjukkan gejala tinggi, segera datang ke unit gawat darurat. Kondisi ini menunjukkan menurunnya kondisi kesehatan anak.

Pengobatan Covid pada anak memang tidak mudah. Yang terpenting adalah terus memperhatikan setiap perubahan gejala atau perilaku anak sambil menjaga asupan nutrisinya. Selain itu, tetap berkonsultasi dengan dokter yang menangani melalui telepon atau pesan singkat. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here