Langgam Merdu Boim Si Hafidz Gaul

5309
Boim 1
Ustadz Ibrohim Fadlannul Haq yang akrab disapa Boim, tak hanya seorang hafidzul quran, tetapi juga memiliki hobi unik. (Foto: Reska/Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Nama Ibrohim Fadlannul Haq atau yang akrab disapa Boim terdengar tak asing di kalangan remaja muslim saat ini. Langgam yang merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran menjadi daya tarik Boim hingga dikenal hampir di seluruh penjuru negeri.

Tak hanya suara yang merdu, laki-laki kelahiran Balikpapan 22 Mei 1997 ini, ternyata juga seorang Hâfidzul Quran. Ia memulai menghafal Al-Quran setelah lulus dari pesantren sekitar 2 tahun yang lalu.

Saat ini, Boim yang sedang berkuliah pasca sarjana di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) semakin menampakkan eksistensinya. Terlihat dari followers di akun media sosial Instagram @Boim97 yang sudah mencapai 200 ribu lebih.

Ia sosok publik figur yang aktif membagikan informasi kegiatan sehari-hari di akun medsosnya. Popularitas Boim kini semakin terlihat dari berbagai macam undangan acara kajian keislaman yang mengundangnya menjadi pembicara.

Laiknya seorang ustadz, setiap postingan yang dibagikan Boim di akun sosmednya pun selalu bermuatan manfaat. Postingannya bertabur pesan-pesan islami bagi penggemarnya. Contohnya saja setiap menggunggah foto, Boim tak jarang memakai kaos yang bertuliskan kebaikan, seperti “#Janganlupangaji”, “#Janganlupadhuha”, dan lain sebagainya.

Ada juga beberapa video saat ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara merdunya. Ini semakin menegaskan bahwa ia menggunakan media sosial sekaligus sebagai alat dakwah menyebar kebaikan. Dalam ambang batas kewajaran tentunya dengan segmen kawula muda.

Dibesarkan dalam lingkungan islami sejak lahir membuat Boim istiqomah dalam menjalankan setiap kewajibannya sebagai seorang muslim.

Tak hanya di dunia maya, Boim juga meretas silaturrahim di dunia nyata. Di usianya yang terbilang masih muda, kini ia sudah menjadi ketua Masjid Nurul Amal.

Boim seolah mengirim pesan bahwa masjid tak melulu identik dengan orang tua. Ia bahkan seperti ingin mematahkan anggapan tersebut, bahwa anak muda juga harus peduli dengan masjid.

Boim 2
Ustadz Ibrohim Fadlannul Haq saat memberikan motivasi kepada remaja muslim di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, Jumat (8/12/2017). (Foro: Reska/Muslim Obsession)

 

Hafidz Gaul

Bergelut dengan kesibukan yang cukup menyita waktu, Boim tetaplah remaja. Ia butuh aktualisasi diri, melalui hobi salah satunya. Dilihat dari akun instagramnya, sebagai seorang hafidzul quran, hobi Boim cukup unik. Ia menggilai parkour dan skateboard. Tak heran jika ia kemudian dijuluki “Hafidz Gaul”.

Dengan hobinya, Boim menunjukkan bahwa remaja muslim tidak melulu kaku. Remaja muslim “zaman now” bisa tampil kekinian, tapi ibadah tetap tidak ketinggalan.

Bagi remaja masa kini, sosok Boim juga seperti angin segar. Mereka seperti memiliki sosok baru yang dapat diteladani. Menjadi panutan bagi gersangnya iman akibat jauh dari ketaatan. Terlebih melihat pergaulan remaja masa kini yang semakin mengkhawatirkan.

 

Motivasi Menghafal Quran

Saat ini, kehadiran Boim boleh dibilang sebagai sebuah fenomena. Boim “Si Hafidz Gaul” menjadi teladan sekaligus motivator bagi remaja-remaja yang ingin menghafal Al-Quran.

“Mendapat keinginan untuk menghafal Al-Quran adalah rahmat dari Allah Swt.,” ujar Boim saat mengisi seminar di salah satu perguruan tinggi Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mengakui, motivasi untuk menghafal Al-Quran salah satunya dengan cara memiliki sosok yang dapat dijadikan contoh untuk menyelesaikan hafalan. Itu pula yang ia lakukan ketika belum tertarik untuk menghafal Al-Quran.

“Dulu saya belum ada rasa untuk menghafal Al-Quran karena belum banyak sosok yang bisa dijadikan contoh,” ucapnya.

Alasan yang dikemukakan Boim, saat ini, rasa-rasanya tak lagi perlu dikemukakan. Adanya teknologi canggih yang bisa diakses, memudahkan remaja muslim untuk mendapatkan konten yang memotivasi user menghafal Al-Quran.

Bagi seorang muslim, menghafal Al-Quran merupakan ibadah yang mulia. Menghafal Al-Quran tidak hanya memberikan berkah bagi yang menghafalnya, tetapi juga memberikan berkah bagi kedua orang tuanya, seperti disebutkan dalam salah satu hadits Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya, dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orangtuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orangtuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orangtuanya bertanya, ‘Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?’ Lalu disampaikan kepadanya, ‘Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al-Quran,” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan Al-Abani).

Wallahu A’lam bish Shawab. (Meutia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here