Lagi, BPS Nilai Pelayanan Haji Sangat Memuaskan

182
Kepala BPS Suhariyanto (kedua dari kanan) menyerahkan Laporan Hasil Survei Kepuasan Jemaah Haji 2019 kepada Menag, Kamis (17/10/2019). Foto: Kemenag.
Kepala BPS Suhariyanto (kedua dari kanan) menyerahkan Laporan Hasil Survei Kepuasan Jemaah Haji 2019 kepada Menag, Kamis (17/10/2019). Foto: Kemenag.

Jakarta, Muslim Obsession  – Untuk kedua kalinya dalam masa kepemimpinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH) tahun 1440H/2019M.

Kepala BPS Suhariyanto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh penyelenggara ibadah haji tahun 1440H/2019M. IKJH 2019 ini nilainya mencapai 85,91. Atau meningkat 0,68 poin dibandingkan tahun 2018 yang berada pada indeks 85,23. Ini sebuah capaian yang luar biasa, dan patut diapresiasi,” kata Suhariyanto, seperti dikutip dari Kemenag, Kamis (17/10/2019).

Suhariyanto menuturkan, survei yang dilakukan selama kurang lebih 2,5 bulan pelaksanaan operasional haji, melibatkan 14.400 jamaah haji reguler serta 326 jemaah haji khusus.

Ia menyampaikan survei yang telah dilaksanakan secara rutin tiap tahun sejak 2010 ini, memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengukur indeks kepuasan jamaah haji. Kedua, untuk melihat saran dan masukan yang masuk dari para jemaah guna perbaikan layanan haji.

Survei tersebut dilakukan terhadap tujuh jenis layanan, meliputi: Petugas haji, Ibadah, Akomodasi, Katering, Transportasi, Kesehatan, dan Pelayanan lainnya.

Bila dirinci menurut jenis pelayanan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus shalawat, yaitu sebesar 88,05.

Kemudian berturut-turut adalah pelayanan ibadah 87,77; pelayanan katering non Armuzna 87,72; pelayanan petugas 87,66; pelayanan bus antar kota 87,35; pelayanan akomodasi hotel 87,21; pelayanan lain-lain 85,41; pelayanan katering di Armuzna 84,48; pelayanan transportasi bus Armuzna 80,37; dan pelayanan tenda di Armuzna 76,92.

Berdasarkan lokasi tempat pelayanan, diakui Suhariyanto, indeks kepuasan jamaah tertinggi terdapat pada pelayanan yang dilakukan selama di bandara, yaitu sebesar 87,94, berikutnya secara berturut-turut pelayanan di Makkah 87,89; pelayanan di Madinah 86,44; dan pelayanan di Armuzna 82,57.

“Untuk hasil yang komprehensif, tim Survei Kepuasan Jemaah Haji BPS yang terdiri dari enam orang, melakukan empat jenis pengumpulan data,” terang Suhariyanto.

Pertama, dengan penyebaran kuesioner dengan didistribusikan ke ketua regu, dan ada 12 jenis kuesioner, survei online khusus bagi jamaah haji khusus (tercatat terdapat 326 jamaah haji khusus berpartisipasi pada survei online yang dilakukan), wawancara langsung untuk mendalami hasil kuesioner, serta observasi atau pengamatan.

Menag menyampaikan rasa syukurnya terkait hasil ini. Terlebih menurut Menag, hasil tersebut dicapai ketika Indonesia memberangkatkan jamaah haji terbesar sepanjang sejarah perhajian dunia.

“Jamaah haji kita berjumlah 231ribu orang. Dan perlu diingat, kita mendapatkan tambahan kuota 10 ribu ketika kami hampir menyelesaikan persiapan haji. Akibatnya, kita harus melakukan konfigurasi ulang seluruh layanan. Sekali lagi, alhamdulillah kita bersyukur bahwa semua itu bisa dilalui, dan jamaah puas dengan layanan yang diberikan,” kata Menag.

Menag juga mensampaikan terimakasih kepada BPS yang telah konsisten melakukan survei kepuasan jamaah haji.

“Ini sangat penting, karena seluruh hasil survei, saran dan masukan ini akan kami gunakan sebagai titik tolak guna melakukan perbaikan layanan haji ke depan,” pungkas Menag. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here