Kutip Ayat Al-Quran, Eks Pemain Arsenal Dukung Marega yang Jadi Korban Rasis

404
Striker FC Porto Mousa Marega bereaksi saat mendapatkan nyanyian rasis dari suporter tuan rumah Vitoria de Guimaraes dalam laga Liga Portugal di Stadion D Afonso Henriques, Sabtu (16/2/2020).

Muslim Obsession – Rasisme tak pernah hilang dari dunia sepakbola. Teranyar, striker FC Porto Moussa Marega mendapatkan nyanyian rasis ketika timnya menang 2-1 melawan tuan rumah Vitoria de Guimaraes dalam laga Liga Portugal di Stadion D Afonso Henriques, Sabtu (16/2/2020).

Nyanyian rasis suporter tuan rumah menggema saat Marega berselebrasi usai mencetak gol kedua bagi Porto.

Kesal, Marega pun tak bergeming. Pemain asal Mali itu mengancungkan jari tengah dan jempol ke bawah untuk suporter tuan rumah sebagai balasan.

Bahkan pemain usia 28 tahun itu pun minta diganti pada menit ke-69, meski keinginannya dihalang-halangi para pemain lainnya. Usai pertandingan, Marega pun mengutarakan kekesalannya lewat Instagram.

“Saya ingin bicara pada orang-orang bodoh yang datang ke stadion untuk melontarkan seruan rasis, urus diri kalian sendiri sana. Saya harap tidak pernah melihat kalian lagi di lapangan. Memalukan!” kata Marega via postingannya.

Peristiwa memalukan tersebut mendapat perhatian publik sepakbola. Mantan pemain Arsenal, Bacary Sagna, bahkan mengutip ayat Al-Quran untuk mengomentari kasus rasisme yang menimpa Moussa Marega.

Sagna menuliskan Surah Al-Hujurat ayat 14 lewat akun Instagramnya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Perdana Menteri Portugal Antonio Costa juga ikut mengomentari insiden tersebut. Lewat Twitter ia mengatakan bahwa rasisme adalah kriminalitas yang tidak bisa ditolerir.

“Tidak ada manusia yang pantas dijadikan sasaran hinaan seperti ini. Kita tidak bisa berdiam diri,” cuit pria keturunan Mozambik itu, Senin (17/2/2020).

Presiden Marcelo Rebelo de Sousa menambahkan bahwa dia mengutuk segala bentuk rasisme. “Konstitusi Portugal dengan jelas mengutuk rasisme, serta segala bentuk xenofobia dan diskriminasi lainnya,” tandas Sousa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here