Kurang Dana, 1.700 Warga Gaza Terancam Diamputasi 

299
Warga Gaza yang terluka (Foto: Daily Sabah)

Gaza, Muslim Obsession – Kurangnya dana kesehatan di Gaza mengakibatkan 1.700 orang yang ditembak oleh pasukan keamanan Israel mungkin harus diamputasi dalam dua tahun ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Jamie McGoldrick, Koordinator Kemanusiaan AS untuk wilayah pendudukan Palestina seperti dilansir Daily Sabah, Kamis (9/5/2019).

McGoldrick mengatakan 29.000 orang Palestina telah terluka dalam protes pada tahun lalu, dan 7.000 dari mereka memiliki luka tembak, sebagian besar di kaki bagian bawah.

“Ada 1.700 orang yang membutuhkan operasi serius dan rumit agar mereka bisa berjalan lagi,” kata McGoldrick.

“Mereka adalah orang-orang yang telah ditembak selama demonstrasi dan yang membutuhkan rehabilitasi, dan sangat, sangat serius dan operasi rekonstruksi tulang kompleks selama dua tahun sebelum mereka mulai merehabilitasi diri mereka sendiri,” imbuh dia.

Menurutnya, tanpa prosedur itu, ribuan warga berisiko diamputasi. Kurangnya dana untuk Program Pangan Dunia dan UNRWA, badan kemanusiaan AS yang mendukung warga Palestina yang terlantar akibat perang berdirinya Israel tahun 1948, salah satu yang menyebabkan gangguan pasokan makanan untuk 1 juta orang.

“Jika (bantuan) itu berhenti, tidak ada alternatif bagi orang-orang untuk membawa makanan dari sumber lain, karena mereka tidak memiliki daya beli,” kata McGoldrick.

Juru bicara WFP, Herve Verhoosel mengatakan kurangnya dana berarti WFP telah memotong bantuan untuk 193.000 orang tahun ini di Tepi Barat dan Gaza, dengan 27.000 tidak mendapatkan apa-apa dan sisanya hanya mendapat $ 8 per bulan, bukan $ 10 seperti biasanya.

Sebagai informasi, sekitar 2 juta warga Palestina tinggal di Gaza, ekonomi yang telah menderita bertahun-tahun oleh blokade Israel dan Mesir serta pemotongan bantuan asing baru-baru ini dan sanksi oleh Otoritas Palestina, saingan Hamas yang berbasis di Tepi Barat.

Keluarga Gaza rata-rata memiliki pengeluaran $ 4.000, sementara gaji rata-rata hanya $ 400 per bulan, dan 54 persen dari populasi menganggur. Sistem kesehatan dimiskinkan, dengan gaji tidak dibayar dan peralatan bobrok, dan banyak profesional medis telah pergi jika mereka dapat menemukan peluang di tempat lain.

“Satu rumah sakit pendidikan sekarang hanya mengajarkan pengobatan trauma,” kata McGoldrick.

Sayangya, para dokter di lapangan tidak memiliki kemampuan teknis untuk melakukan perawatan yang diperlukan bagi orang-orang yang berisiko diamputasi. Setidaknya sudah ada 120 amputasi, 20 di antaranya pada anak-anak, dalam satu tahun terakhir. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here