Kunjungi Presiden Jokowi, Ini Sebenarnya yang Disampaikan Ulama 212

599
H. Usamah Hisyam
Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), H. Usamah Hisyam. (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menyebut pertemuan Ulama 212 dengan Presiden Joko Widodo pada Ahad (22/4/2018) lalu itu hanyalah silaturahim biasa. Pertemuan pun berjalan dengan perbincangan yang hangat.

Dalam pertemuan sempat dibahas beberapa hal, termasuk saran para ulama agar Presiden turut memperjuangkan isi pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dalam perspektif Islam, Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah kalimat tauhid yang harus dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Oleh karenanya para ulama ingin agar nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits yang kita pahami sebagai syariat Islam tersebut dapat dilaksanakan di Indonesia,” tutur Usamah saat berbincang dengan wartawan di kantornya di Kawasan Jagakarsa, Ahad malam (29/4/2018).

Kepada Presiden, Usamah mengatakan, berdasarkan pandangan di atas, para ulama tidak bisa menerima jika ada kelompok yang menyatakan bahwa Syariat Islam itu bertentangan dengan Pancasila, Syariat Islam itu anti-NKRI, Syariat Islam itu anti-toleransi, bahkan dianggap garis keras.

Menurutnya, pendapat itu sama sekali tidak benar, karena pembukaan UUD 1945 itu menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

“Hal itu berarti bahwa negara ini tidak berdasarkan sekularisme, tetapi teologisme yang mengakui agama-agama dalam konteks kehidupan bernegara. Sehingga nilai-nilai beragama harus dilaksanakan, apalagi umat Islam merupakan mayoritas di negeri ini maka para ulama ingin menerapkan Syariat Islam,” ujarnya.

Atas dasar itu pula para ulama mengajukan beberapa hal kepada Presiden. Pertama, ruang dakwah bagi umat Islam diperluas. Kedua, kiriminalisasi terhadap para ulama segera dituntaskan secara hukum. Termasuk aktivis pergerakan Islam. Ketiga, agar Habib Rizieq Syihab dapat kembali ke Indonesia.

Soal kepulangan Habib Rizieq ini, imbuh Usamah, murni kehendak ulama dan umat. Menurutnya, tidak ada sedikitpun Habib Rizieq menyoal permintaan agar kepulangannya ke Indonesia dimintakan kepada Presiden.

“Saya tiga kali bertemu Habib Rizieq, tidak ada satupun pernyataan beliau yang meminta untuk diperjuangkan agar bisa pulang ke Indonesia. Tidak pernah itu,” tandas Usamah.

Sebaliknya, lanjut Usamah, saat ia bertemu Habib Rizieq, dirinyalah yang meminta agar Habib Rizieq pulang demi umat. Permintaan itu ditolak Habib Rizieq.

“Habib malah bilang, Pak Usamah, kalau Ana mau, hari ini pulang pun Ana bisa. Tidak ada masalah. Ana tidak takut. Ana hanya takut kepada Allah. Kalau mau ditahan, tahan saja. Ana sudah pernah dua kali ditahan. Tapi masalahnya, kalau Ana kembali ke Indonesia begitu saja, kasihan ulama, ustadz, dan para aktivis pergerakan yang kasus kriminalisasinya belum dibereskan. Ana maunya kasus itu semua dituntaskan, baru saya kembali ke Indonesia,” kata Usamah menirukan ucapan Habib Rizieq.

Tak hanya itu, kata Usamah, Habib khawatir jika ia kembali ke tanah air, para pengikutnya akan histeris dan marah besar kemudian terjadi sesuatu yang mengakibatkan chaos. Sementara itu yang dihadapi adalah pemerintah dengan pasukan bersenjata. Habib Rizieq menghindari terjadinya bentrokan.

Menanggapi hal itu, ucap Usamah, dirinya lalu mengusulkan kepada Habib Rizieq untuk bisa membuka komunikasi dengan Presiden. Tujuannya agar Presiden mendapatkan informasi yang balance, pemahaman yang sama. Pasalnya, dalam beberapa pertemuan Usamah dengan Presiden, kesannya Presiden tidak pernah mengeluarkan kebijakan kriminalisasi terhadap ulama.

“Habib pun menyetujui usulan tersebut. Habib mengizinkan. Habib justru mengatakan, silakan Pak Usamah. Kalau Antum ketemu Pak Presiden, sampaikan agar kasus para ulama dituntaskan. Kalau Ana tidak masalah, Pak Usamah. Begitu kata Habib,” kisah Usamah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here