Kuliah Visi Kerelawanan, Bukti Keseriusan MRI-ACT Bantu Bangsa Retas Kemiskinan

297

Malang, Muslim Obsession – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bersama Akademi Relawan Indonesia (ARI) menggelar kuliah Visi Kerelawanan, di Hotel Grand Cakra, Malang, Ahad (27/10/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk turut serta membantu membenahi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa seperti meretas kemiskinan dengan mendorong para relawan agar dapat berkontribusi.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan melatih kepala cabang ACT dan pengurus MRI dalam membuat program, konsep strategi dan implementasi kerelawanan di daerah masing-masing serta menjadikan relawan yang profesional.

Dewan Pembina MRI, Ahyudin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan untuk ikut serta dalam membenahi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini untuk meretas kemiskinan dengan mendorong para relawan supaya bisa berkontribusi lebih, bukan hanya saat terjadi bencana alam atau musibah saja.

“Kami (MRI-ACT) sebagai sebuah ormas kerelawanan nasional, bertekad untuk lebih berkontribusi lebih untuk bangsa,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima Muslim Obsession, Senin (28/10/2019).

Menurut Ahyudin, secara teori MRI-ACT memiliki tiga peranan utama, yaitu, menjadi penggerak karakter kerelawanan bangsa, yang mendorong kedermawanan untuk memberikan wujud nyata ke masyarakat, serta pelopor aksi kemanusiaan.

“Ketiga peran utama tersebut menjadikan MRI-ACT sebagai ormas yang menjadikan seluruh gerakan kerelawanan ini menjadi penggerak kedermawanan supaya aktivitas ini berwujud nyata di masyarakat,” jelasnya.

Gerakan nyata kedermawanan MRI-ACT yang telah dilakukan tersebut, lanjut Ahyudin, yakni dengan menghimpun logistik dari seluruh elemen bangsa. Program tersebut diberi nama Program Beras untuk Santri Indonesia yang mulai dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.

“Logistik yang sudah terkumpul, digunakan untuk memenuhi bantuan masyarakat terutama bagi elemen bangsa yang menderita kemiskinan. Diharapkan dengan Program Beras untuk Santri Indonesia, dengan agenda 1.000 ton beras setiap bulan untuk 1.000 santri dapat terlaksana,” jelasnya.

Sebab tambah Ahyudin, di Indonesia ada kurang lebih sebanyak empat juta santri di seluruh wilayah Indonesia. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 75 persen diperkirakan dalam kondisi yang kurang berkecukupan, yang berada di beberapa wilayah, seperti di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

“Dengan program Beras untuk Santri Indonesia ini, diharapkan pesantren yang ada di Indonesia dapat berperan lebih untuk membangun bangsa. Program-program itu akan kami lakukan, supaya pesantren berwibawa dan kuat, serta berkarakter untuk membangun bangsa,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here