Kualitas Hidup Tampak dari Kebiasaan Pagi Hari

78

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M. Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Secara khusus, baginda Nabi ﷺ mendoakan umatnya yang bangun pagi dengan munajat:

اَللّهُمَّ بَارِكْ ِلأُمَّتِي فِى بُكُوْرِهَا

“Ya Allah, berilah berkah untuk umatku di pagi harinya,” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma).

Berkah artinya terkumpulnya kebaikan ilahiyah pada seseorang atau terdayagunakannya nikmat Allah secara optimal.

Kualitas hidup seseorang antara lain dapat terlihat dari kebiasaannya sehari-hari yang secara konsisten dilakukannya. Salah satu kebiasaan baik itu adalah bangun pagi.

Bahkan bukan hanya bangun pagi, tetapi bangun sepagi mungkin. Kalimat “bukuriha”, atau waktu “bukur” artinya pagi buta.

Begitu bangun dari tidur, refleks pertama yang semestinya keluar dari seorang muslim adalah ucapan:

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.

“Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan kembali”.

Alhamdulillah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here