Kronologi Penganiayaan Terhadap Imam Masjid di OKI Hingga Meninggal

182

Palembang, Muslim Obsession – Kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap tokoh agama di masyarakat kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah seorang pria bernama Muhammad Arif, (61), ketua sekaligus imam Masjid Nurul Iman di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan (Sumsel).

Peristiwa mengerikan itu terjadi saat korban sedang menunaikan shalat Magrib berjamaah di Masjid Nurul Iman Ogan Komering Ilir pada hari Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 18.15 WIB. Kejadian itu kemudian menjadi viral beberapa hari kemudian.

Menurut Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy, melalui Subbag Humas AKP Iriansyah, korban yang sedang shalat Magrib tiba-tiba didekati oleh MA (45) tersangka atau pelaku.

“Saat korban sedang shalat Magrib, pelaku menyerang korban dari belakang sebanyak dua kali menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang,” katanya, Senin (14/9/2020).

Penyerangan secara membabi-buta tersebut membuat tubuh korban langsung jatuh tersungkur di sajadahnya.

Korban mengalami luka bacok di bagian leher dan kepala. Para jamaah yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), langsung berhamburan dan menyelamatkan korban.

Sebagian jemaah lainnya turut mengamankan pelaku, yang ternyata merupakan salah satu pengurus Masjid Nurul Iman di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Korban langsung dibawa jemaah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung. Sedangkan pelaku yang diamankan jemaah dan langsung dibawa ke Mapolsek Kayuagung,” katanya, Senin (14/9/2020).

Namun sayangnya, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Kayuagung Ogan Komering Ilir, nyawa korban tak terselamatkan. Korban menghembuskan nafas terakhir pada Senin subuh, sekitar pukul 04.30 WIB di RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

Dari hasil interogasi ke pelaku, aksi penganiayaan tersebut berawal dari rasa dendam MA terhadap korban, seusai pertemuan di masjid yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Rancing Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Di hari kejadian, MA melihat korban sedang menunaikan rakaat pertama tepat di belakang imam di Masjid Nurul Iman.

“Pelaku langsung pulang ke rumah dan mengambil parang. Setelah sampai di masjid, MA langsung menyerang korban ketika sedang salat,” ucapnya.

Aksi brutal pelaku membuat kaget para jamaah lainnya. Terlebih ketika tubuh korban tersungkur ke lantai, para jamaah langsung bergerak mengamankan pelaku.

Salah seorang jamaah yang merupakan anggota TNI, bergerak cepat menangkap pelaku dan membawa ke polisi.

AKP Iriansyah mengatakan, pelaku mengaku tersinggung dengan korban, karena korban meminta kunci kotak amal masjid yang dipegang MA.

“Pelaku merupakan bendahara masjid sekaligus ketua perlengkapan masjid,” ucapnya.

Lurah Tanjung Rancing Mat Hasan mengungkapkan, korban dianiaya menggunakan parang di bagian wajah dan lengan kanan.

Pihak keluarga korban sempat melarikan Muhammad Arif ke RSUD Kayuagung, dan kemudian dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

“Dimakamkan di Desa Tanjung Laut Ogan Komering Ilir, itu asal keluarganya,” ucapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here