Kota Makkah, Tempat Mulia Pemakaman Jenazah, Benarkah Demikian?

199
Baqi' (Foto: Republika)

Jakarta, Muslim Obsession – Wafatnya KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Kota Makkah pada 6 Agustus 2019 lalu membuat masyarakat di Tanah Air sangat kehilangan.

Mbah Moen dimakamkan di Tanah Suci Makkah atas musyawarah keluarga. Masyarakat juga kemudian mendiskusikan perihal Kota Makkah sebagai tempat makam yang baik. Apakah benar demikian?

Dikutip dari situs resmi NU, sebenarnya kita tidak dapat memilih tempat pemakaman karena hakikatnya rencana Allah juga yang berlaku. Kita memang dapat merencanakan tempat pemakaman. Tetapi Allah sebenarnya sudah memilihkan tempat makam kita.

Adapun perihal keutamaan Kota Makkah, ulama berbeda pendapat. Ulama Mazhab Syafi’i dan mayoritas ulama memandang Kota Makkah lebih mulia dibanding tempat lainnya. Sementara Imam Malik dan sejumlah ulama menilai Kota Madinah lebih mulia dibanding Kota Makkah.

مكة أفضل بقاع الأرض عندنا وعند جماعة من العلماء وقال العبدري وهو مذهب أكثر الفقهاء وهو قول أحمد في أصح الروايتين وقال مالك رحمه الله تعالى وجماعة المدينة أفضل

Artinya, “Makkah merupakan tempat paling utama menurut kami dan menurut seklompok ulama. Al-Abdari mengatakan bahwa pandangan ini merupakan mazhab mayoritas ulama. Ini juga pandangan Imam Ahmad pada satu yang paling shahih dari dua riwayat. Tetapi Imam Malik dan sejumlah ulama berpendapat bahwa Kota Madinah lebih utama,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajjpada Hasyiyah Ibni Hajar, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman 191-192).

Mazhab Syafi’i dan ulama lainnya mendasarkan pandangannya pada hadits riwayat Imam At-Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Ibnu Majah. Riwayat hadits yang menjadi argumentasi Mazhab Syafi’i ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Idhah sebagai berikut

>>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here