Korban KIPI dan Komunitas Tanya ASI Mengadu ke BPJPH

622
Audiensi Halal Corner (Photo: Halal Corner)

Jakarta, Muslim Obsession –  Perwakilan dari korban KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan Komunitas Tanya ASI mengadukan fakta-fakta yang terjadi pada pelaksanaan program vaksinasi di Indonesia kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dirilis dari laman resmi Halal Corner, Kamis (22/2/2018), Komunitas Tanya ASI diwakili oleh Mega Tomeala Arif dan Angelin Rike, memaparkan data tentang cakupan vaksin, KLB, keamanan vaksin dan korban KIPI.

Korban KIPI sendiri diwakili oleh Seliawati Rahardjo dan Oetep memaparkan kronologi kematian pada putra-putrinya pasca imunisasi.

Dalam audiensi yang diterima oleh kepala BPJPH, Prof Soekoso beserta staf, komunitas Tanya ASI dan Korban KIPI menyampaikan 7 poin tuntutan.

Tuntutan pertama ialah menuntut adanya upaya sertifikasi halal dari produsen dalam maupun luar negeri. Serta jaminan kehalalan dari pemerintah dalam perlindungan Undang-undang.

“Kedua, menuntut jaminan keamanan produk, informed consent dari produsen, instansi dan tenaga kesehatan (Nakes). Terkait informasi produk vaksin baik bahan, efek, kontraindikasi,” katanya.

Lebih lanjut, mereka juga menuntut kebebasan memilih ikhtiar penjagaan kesehatan yang berlandaskan prinsip halal dan thayyib.

Tidak boleh ada diskriminasi, intimidasi ataupun pemaksaan dari pemerintah, instansi ataupun Nakes. Selain itu, menuntut dibentuknya Badan Pengawas Program Vaksinasi yang Independen dan berpihak secara adil baik kepada masyarakat selaku konsumen, pemerintah/instansi selaku penyelenggara program, serta produsen selaku penyedia produk.

“Usut setiap kasus KIPI secara tuntas, transparan dan jujur. Mensosialisasikan tata cara pelaporan KIPI kepada masyarakat dan tidak menutup-nutupinya. Kemudian, pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi tubuh (anak atau dewasa) sebelum diberikan vaksin,” pungkasnya. (Vina)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here