Korban Diskriminasi, Mesut Ozil Hengkang dari Timnas Jerman

1983
Gelandang Arsenal Mesut Ozil

Berlin, Muslim Obsession – Pemain Sepakbola Muslim Mesut Ozil mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman. Seraya menegaskan dirinya mendapat diskriminasi terkait pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei 2018.

Gelandang Arsenal berusia 29 tahun ini merupakan bagian dari skuat Jerman yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018. Ozil kerap menjadi target kritik atas penampilannya serta pertemuannya dengan Erdogan, yang dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

“Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini mengenai saya menghormati institusi tertinggi negara keluarga saya,” kata Ozil dalam pernyataannya di Twitter.

“Pekerjaan saya adalah pemain sepak bola dan bukan politisi, dan pertemuan kami bukan merupakan dukungan kebijakan apa pun. Perlakuan yang saya terima dari DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) dan banyak pihak lainnya membuat saya tidak lagi ingin mengenakan kaos Timnas Jerman,” tambah Ozil, seperti dilansir The Guardian, Senin (23/7/2018).

“Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya pada 2009 telah dilupakan,” lanjutnya.

Presiden Turki Tayyip Erdogan (kedua kanan) berfoto bersama dengan Ilkay Gundogan (kiri), Mesut Ozil (kedua kiri), dan pemain Everton Cenk Tosun di London, Inggris, pada Ahad (13/5/2018). Gundogan dan Ozil adalah pemain Timnas Jerman berdarah Turki, sedangkan Tosun striker Timnas Turki. (Foto: Reuters)

“Dengan berat hati dan setelah melakukan banyak pertimbangan karena kejadian-kejadian terkini, saya tidak akan lama lagi bermain untuk Jerman di level internasional, karena saya memiliki perasaan rasisme dan tidak dihormati,” tambahnya.

“Saya dulu mengenakan kaos Timnas Jerman dengan perasaan bangga dan kegembiraan, tetapi sekarang tidak lagi,” pungkas Ozil. (Vina)

 

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here