Kopi sehat UBM: The Power of Doa

138

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI – Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

SAAT kita berdoa, mengucapkan segala hal yang kita inginkan, mengharapkan dunia yang kita anggap membuat nyaman, sebenarnya kita sudah merusak tatanan dalam diri kita sendiri.

Setiap manusia mempunyai alur kehidupan sendiri-sendiri. Jika seandainya ia tak menentukan jalan hidupnya, Tuhan telah siapkan jalan hidup untuk setiap mahkluknya.

Lalu ketika ia berdoa, sebenarnya ia telah memilih jalan hidupnya sendiri. Dan setiap ia berdoa, maka selalu ada risiko yang harus dihadapi.

Jika berdoa ingin kaya, maka ia dipaksa untuk menjadi orang yang pekerja keras. Jika ia berdoa ingin hidup bahagia, maka ia dipaksa untuk menjalani pahitnya kehidupan.

Jika ia ingin mendapatkan pangkat yang tinggi, maka ia dipaksa untuk merasakan sakitnya dicaci. Bahkan ketika ia berdoa ingin masuk surga pun, ia harus merasakan hidup sengsara.

Terkadang doa terinspirasi dengan hijaunya rumput tetangga. Lalu ketika doa telah terkabulkan, ia baru tahu bahwa rumput itu hanyalah hayalan semata.

Berdoalah dengan hati, bukan dari panasnya hati melihat tetangga bersenang hati. Berdoalah dengan penuh keikhlasan, bukan berdoa karena kedengkian.

Berdoalah untuk kebaikan, bukan berdoa hanya sekedar keinginan, apalagi untuk keburukan.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here