Kopi Sehat UBM: Semua Agama Benar, Pakai Koma Bukan Titik

144

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam (LKPI) PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai UMMAT)

Andai agama itu sama, maka hari ini kita boleh memilih mana yang paling pas untuk kita. Kalau lagi sibuk maka kita boleh memilih agama yang ibadahnya sepekan sekali.

Tetapi kita akan memilih yang lebih banyak waktu formal ibadahnya jika lagi banyak keinginan dan harapan yang akan kita wujudkan.

BACA JUGA:

Kopi Sehat UBM: Umat Terbaik

Kopi Sehat UBM: Pikiran Manusia

Kopi Sehat UBM: Kekuatan Silaturrahim  

Begitupula jika waktunya sedang-sedang saja, maka kitapun memilih yang sesuai dengan keadaan kita juga. Enak dong!? Tentu tidak!

Bolehlah nyebut semua agama itu benar, tapi harus pakai koma ! Benar menurut pemeluk dan siapapun yang menyakininya.

Alláhuyarham Gus Dur saja, dalam video tahun 2014 silam yang kembali viral sejak 16 September kemarin, mengatakan bahwa semua agama sama di mata Tuhan, itu pernyataan ngawur alias tidak benar. (Lihat pernyataan Gus Dur berikut:https://makassar.terkini.id/jenderal-dudung-sebut-semua-agama-benar-gus-dur-ngawur-itu/).

Yang jadi pertanyaannya : kenapa tak ada hujan, tak ada angin Sang jendral yang mengaku tak paham atau ahli agama kok buat pernyataan demikian ?!? Apalagi pernyataan itu kemudian dibenarkan mentri agama yang beberapa waktu lalu juga heboh dengan selamat pada agama baha’i dan syiah juga ahmadiyah yang masih ngaku Islam itu? (Lihat berita Muslim Obsession: Sepakat dengan Pangkostrad, Menag: Jangan Berlebihan Terhadap Agama).

Tetaplah jaga aqidah dan keyakinan kita masing-masing yang memang sudah tertuang jelas dalam UUD 1945, tak usahlah membuat pernyataan yang melemahkan keyakinan sendiri, apalagi yang menyatakan itu orang yang berkedudukan dan pangkat.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Mengelola Perasaan

Dunia tahu bahwa Islam itu Agama terbesar pemeluknya di Indonesia, bahkan menjadi pemeluk Islam terbesar di dunia, tetapi semua juga tahu, tak pernah ada tirani mayoritas di Negri berketuhanan Yang Maha Esa ini.

Yang jelas ada dan terjadi di mana-mana adalah Muslimin yang sering menjadi bulan-bulanan di mana-mana, jika jumlahnya sangat minim alias kelompok minoritas.

Berlaku adil-lah, karena adil itu lebih dekat kepada ketaqwaan. Dan ketaqwaan-lah yang membuat kita jadi mulia dalam ukuran Alláh Sang Pemilik Kerajaan sesungguhnya.

والله اعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here