Kopi Sehat UBM: Menjadi Muslim itu Anugerah

178

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI – Direktur An Nahl Institute Jakarta)

MENJADI Muslim itu anugerah Alläh ﷻ semata, bukan karena ibu, bapak, kakek, nenek atau keluarga kita.

Anugerah besar ini Alläh ﷻ berikan pada seluruh hamba dan makhlukNya yang bernama manusia, siapapun dia. Karenya, setiap yang lahir itu muslim atawa orang Islam tanpa kecuali.

Kenapa demikian? Karena Alläh ﷻ telah mensyahadatkan kita sejak sebelum menjadi manusia. Kita masih berbentuk sperma (baca QS. Al-A’raf (7): 172). Bahkan sebutan sebagai muslim pun itu ada sejak lama, sejak awal manusia ini diciptakan (baca QS. Al-Hajj (22): 78).

Kita adalah Muslim yang lahir di Bumi Alläh ﷻ bernama Indonesia. Oleh karenanya menjaga Islam kita dengan sebaik-baiknya berarti menjaga Indonesia kita. Bukan sebaliknya.

Hal ini kita bisa lihat, bagaimana Alläh ﷻ telah memberi hidayah kepada para Tokoh Pendiri Negeri yang ini yang sebagian besarnya adalah ulama dan cendikiawan muslim untuk merumuskan penguatan keIslaman kita dalam membangun berdirinya negeri yang bernama Indonesia di bumi Allah ﷻ ini.

Oleh para ulama dan cendikiawan muslim, negeri ini diberi sebutan dengan Negeri Bertauhid, negeri yang dibangun atas dasar Ketuhanan yang Maha Esa, dia tidak menjadi negara sekuler, apalagi negara komunis dan atheis.

Hal ini tak bisa dibantah, karena terekam resmi dalam dokumen berdirinya negeri ini yang menjadi undang-undang dasarnya bahwa NEGARA BERDASARKAN KEPADA KETUHANAN YANG MAHA ESA dan pada pembukaannya tertulis ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA DAN DIDORONG OLEH KEINGINAN YANG LUHUR, MAKA RAKYAT INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAANNYA.

Kita berdiri di sebuah negara berdasarkan pada tauhid yang Indah. Kita membangun negeri ini sebagai rahmat Alläh ﷻ yang indah, karenanya kita berkarya dengan karya terbaik, berprestasi dengan prestasi yang apik, agar kelak di akhirat menjadi kehidupan terbaik sesungguhnya buat kita.

Karenanya, menjadi Muslim yang ‘kaaffah’ berarti menjadi warga negara Indonesia yang PANCASILAIS. Orang Islam yang menjalankan agamanya dengan baik tidak bisa dituduh sebagai anti Pancasila dan anti NKRI.

Bersyukurlah kita sebagai umat Islam yang lahir di Indonesia, dimana negeri yang dibangun atas berkat Rahmat Alläh ﷻ yang Maha Kuasa ini, menjadi negeri yang mayoritas Muslim bahkan menjadi negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Sehingga dengan mempraktikkan Islam di Nusantara ini dengan baik dan benar, maka dia akan menjadi warna yang sangat indah menghiasi dunia. Tetapi jika sebaliknya maka kita telah mewariskan dosa untuk kehidupan.

Apatahlagi sampai melegalkan apa yang nyata-nyata telah merusak generasi dan kehidupan seperti miras dan sejenisnya.

#tolaklegalisasimiras  #tolakinvestasimiras  #lawankezhaliman  #tegakkankeadilan

والله اعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here