Kopi Sehat UBM: Kritik itu Vitamin

219

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi & Penyiaran Islam PP PARMUSI – Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

Allah Ta’ala berfirman:

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh,” (QS. Al-A’raf: 199).

Jadilah engkau pemaaf (خذ العفو) atas perilaku orang lain dan sedekah mereka. Maka janganlah kamu membebankan mereka dengan sesuatu yang memberatkan mereka, kemudian setelah itu mereka dibebani lagi dengan penegakan had dan pembayaran zakat.

Rasúlulláh pernah bersabda, “Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat kabur.”

Dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf (وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ). Perbuatan ma’ruf adalah semua bentuk kebaikan yang dapat diterima oleh akal dan menenangkan hati.

Serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh (وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ). Jika kamu telah menegakkan hujjah atas mereka dengan menyuruh mereka berbuat ma’ruf lalu mereka tidak mengerjakannya, maka berpalinglah dari mereka dan janganlah kamu mendebat dan membodoh-bodohkan mereka sebagai balasan atas perdebatan dan pembodohan mereka kepadamu, karena mereka memang merupakan orang-orang yang bodoh.

KRITIK itu seperti ‘vitamin’ bagi orang berakal. Jika disampaikan maka dia akan mencintaimu, tapi menjadi ‘racun’ bagi orang bodoh. Jika disampaikan dia akan membencimu.

“Jangan mengkritik orang bodoh karena dia akan membencimu, Tapi kritiklah orang berakal maka dia akan mencintaimu”.

Demi sebuah rekonsiliasi dan pemulihan diperlukan lebih dari sekadar keberanian untuk bertemu orang yang berseberangan dengan kita, namun juga perlu kerendahan hati.

Kerendahan hati akan membuka pintu yang selama ini tertutup. Jika egoisme masih menguasai kita, sampai bila pun perbedaan pandangan dan kepentingan akan sulit dicarikan titik temunya.

Dunia menghendaki kita untuk saling mendahului dalam memberi hormat.

Prinsip ini berlaku dalam semua aspek kehidupan, baik di rumah tangga, pekerjaan atau pun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Meski awalnya terlihat merendah karena berinisiatif menemui orang yang berseberangan dengan kita, namun cepat atau lambat respek akan kita dapatkan baik dari kawan maupun lawan.

Perbedaan dan perbantahan bukan untuk diteladani, tetapi Untuk dicarikan jalan keluarnya.

Hanya ada tips sederhana untuk menyelesaikan aneka perbedaan dan potensi perpecahan, yakni dengan kerendahan hati. Tak ada formula yang lebih dahsyat dari itu.

Jika hari ini kita sedang mengalami kebekuan hubungan, baik dengan pasangan, maupun dengan rekan kerja, atau dengan orang lain di sekitar tempat tinggal kita, mengapa kita tidak memulai untuk membuka percakapan?

Kerendahan hati akan membuka banyak pintu. Baik pintu maaf maupun pintu perdamaian. Semua akan menjadi indah karena kerendah-hatian kita.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here