Kopi Sehat UBM: Kekuatan Silaturrahim  

210

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam (LKPI) PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai UMMAT)

SEBAGAI makhluk sosial, kita tak bisa hidup sendiri, kita pasti butuh pertolongan atau bantuan orang lain sekecil apapun itu.

Karenanya, menjaga tali silaturrahim itu sekuat mungkin, walau pada orang yang pernah menyakiyiti, membenci atau memusuhi kita sekalipun.

Suatu saat, boleh jadi kita berurusan dengan yang mungkin sedang kita musuhi atau memusuhi kita. Maka wajar kalau Rasúlulláh ﷺ sampai membolehkan berbohong dalam rangka mendamaikan dua saudara atau lebih yang sedang bermusuhan.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Mengelola Perasaan

Qalbun atau pikiran dan perasaan sebagaimana asal katanya adalah sesuatu yang suka bertukar atau berubah, karenanya selalu kita jernihkan dengan dzikir, tilàwah, bangun malam, shoum dan juga sering-sering berkumpul dengan orang-orang sholeh.

Lihatlah anjing ‘Ash-hábul Kahfi’, namanya sampai disebut dalam Al Quran karena berkumpul dan berteman dengan pemuda-pemuda sholeh itu. Màsya Alláh…!

Jadi, janganlah membenci seseorang itu berlebihan. Jangan pula mencintai seolah tak ada cela, kecuali hanya cinta sejati buat Alláh ﷻ dan RasúlNya ﷺ.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Pemerintahan dan Akhlak Para Pengelolanya

Sering-seringlah menduduk agar tak selalu ingin menanduk, sering-seringlah berterima kasih agar tak mudah sakit hati dan gampang resah.

Teriring doa buat yang sedang memutuskan tali silaturrahim, semoga baik- baik saja dan semoga segera move on untuk kembali menyambung rasa.

Buat yang punya kepentingan sesaat dalam menata silaturrahim, segeralah benahi hati dan perbaiki niat agar semua berpahala dan membawa kebaikan dan perbaikan. Aamiin Yaa Muhaimin Yaa Salaam.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here