Kopi sehat UBM: Indahnya Persaudaraan Sejati

87

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI – Direktur An Nahl Institute Jakarta)

YANG membuat hidup lebih berharga, bukan karena kurun waktu yang lama, bukan pula karena tetes air mata dan senyum yang merekah, tetapi karena saling mencintai dan menghargai.

Kesalahan yang pernah kita buat, rencana yang salah arah semuanya adalah bagian dari masa lalu. Bisa jadi apa yang kita simpan dalam pikiran, kita akan temukan dalam apa yang selama ini kita kejar atau pertahankan.

Baca juga: Kopi sehat UBM: The Power of Doa

Ada banyak hal dalam hidup yang kita rasakan dan alami, tak mungkin tak ada perselisihan. Tetapi, semuanya bisa selesai karena indahnya persaudaraan sejati atau persahabatan penuh cinta yang kemudian melahirkan kepedulian yang sesusngguhnya.

Karenanya, tatkala perjalanan hidup harus berakhir, maka semuanya akan menjadi bagian dari romantika kehidupan. Para sahabat sejati dalam kebersamaan, merekalah yang tak pernah takut perbedaan, apalagi karena perbedaan sekedar rupiah bukan ruhiyah. Dan ini adalah bukti persaudaraan yang telah tercipta.

Secara tinggi, dalamnya lautan pasti jauh lebih rendah daripada tingginya langit. Secara cahaya, puncak malam tak mungkin lebih terang daripada teriknya siang.

Baca juga: Kopi sehat UBM: Meraih Pelajaran Hidup

Semua yang tampak mata tak selalu dapat diraih, tetapi boleh jadi yang tersembunyi di belakang kepala malah dengan sangat mudah untuk dipilih.

Suara yang keras kadang menggetarkan jiwa, tetapi tak sedikit yang lirih juga mampu menusuk sukma. Mulut bersuara mampu mengatakan ribuan kata, terapi terkadang dalam diam dapat mengandung sejuta makna.

Bilahkah itu semua menjadi perbandingan? Bila kita merasa tak sepadan dengan mereka. Bila mereka merasa lebih dari kita. Karenanya jangan ada sekat yang membuat kita saling mengerti dan memahami.

Baca juga: Kopi sehat UBM: ‘Nyalakan’ Hati Nuranimu

Ke-tiada-an yang menumbuhkan ke-ada-an, seperti kelebihan yang menumbuhkan kekurangan.

Maka, ketika ke-tiada-an dan ke-ada-an dapat disyukuri, ketika batasan tak berarti tepi, maka akan segera lahir sebuah kebersamaan. Dan itu semuanya akan melahirkan persaudaraan ini, persaudaraan sejati tanpa tapi.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here