Kopi Sehat UBM: Hidup Hanyalah Seperti Parkir

175

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam/LKPI PP Parmusi)

Sejatinya hidup hanya sekadar parkir, memarkirkan kendaraan barang sesaat sebelum akhirnya memacu kendaraannya kembali membelah ruas jalan.

Dan adapun bumi tak ubahnya pelataran parkir nan luas, tempat manusia tinggal, menetap dan akhirnya beranak-pinak membentuk keluarga.

Hidup hanya sekadar parkir, lewat sekelebat dan akhirnya rehat. Rehat barang sesaat tatkala penat, kembali ke rehat kehidupan seutuhnya.

Menghimpun tenaga guna merenda masa hingga memutih rambut di kepala, semua yang dimiliki hanya pinjaman. Termasuk nyawa yang tertanam di ragapun hanya pinjaman yang kapan saja bisa diambil kembali oleh yang Empunya tinggal menunggu masa itu tiba.

Masihkah ada noktah jumawa? Hinggap pada hati yang merupakan cermin? Memantul serpihan debu nan lekat.

Perlahan namun pasti menutupi bening nurani insani. Karenanya buatlah sesuatu yang berbekas, yang membawa kita kelak jadi berkelas di dalam surga Jannatul Firdaus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here