Kopi sehat UBM: Hadits Al-Tsaqalain (Dua Perkara Berat)

159

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP Parmusi, Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

Hadits pertama, “Aku tinggalkan dua perkara bagi kalian, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika berpegang pada keduanya, yaitu Kitabulláh dan Sunnah Rasul-Nya”.

Hadits Kedua, “Aku tinggalkan dua perkara bagi kalian, kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah dan keturunanku, (‘ithrah–ahli baitku)”.

Hadits yang senada dengan kedua hadits di atas cukup banyak dengan variasi teks yang beragam. Hadits yang pertama itulah yang populer selama ini, sementara hadis yang kedua jarang bahkan nyaris tak terdengar atau dibahas. Padahal menurut sebagian besar ‘ulama justru hadits kedua itu lebih otentik dari yang pertama.

Lebih populernya hadits yang pertama bisa jadi untuk mengantisipasi agar jangan sampai terjebak dalam tasyayyu’ (Syi’ah), bisa juga karena bias politik, kekuasaan atau lainnya.

Mengapa Rasúlulláh sangat ‘memuliakan keluarganya’ sampai-sampai disandingkan dengan Al-Quran? Menurut ‘ulama karena Rasúlulláh adalah panutan, sementara orang yang paling mengetahui tentang hal ihwal Rasúlulláh adalah keluarganya sendiri.

Bagaimana jika ada keturunan Rasúlulláh yang menyimpang? Ya tidak usah diikuti, karena mereka pun pada dasarnya adalah manusia biasa yang bisa tergelincir seperti halnya anak Nabi Nuh عليه السلام. Meskipun demikian, kita juga tidak pantas mencacinya ataupun mencibirnya karena bagaimanapun juga dalam dirinya terdapat jejak-jejak Rasúlulláh yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Seburuk apapun seseorang habib, setidak suka bagaimanapun dengan perilakunya, ibarat robekan atau sobekan Mush-haf Al-Quran, ia tetap terhormat, dan haram untuk di hinakan”. Jika kita seorang muslim yang mencintai imamnya yaitu Al-Quran.

Dan kta pun belum tentu lebih baik dari mereka apalagi jika kebencian itu hanya dilandasi semata-mata vested interest maupun perbedaan haluan politik yang setiap detik bisa berubah.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here