Kopi Sehat UBM: Diam Bisa Binasa

162

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi & Penyiaran Islam PP PARMUSI – Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

KEANGKUHAN terkadang disamarkan dengan sikap rendah hati. Waspadalah dengan ungkapan-ungkapan yang kelihatan tawadlu’ tapi sebenarnya mempertontonkan kesombongan. Kelihatan menunduk tapi bermaksud menanduk.

Tapi sebenarnya ada juga sikap sombong yang ditolerir, seperti perkataan ulama: التكبر على المتكبر صدقة, bahwa bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah.

Bersikap tawadlu’ di hadapan orang sombong sama saja membiarkannya terus berada dalam kesesatan. Sebaliknya, bersikap sombong kepadanya adalah peringatan agar dia segera sadar.

Apalagi bicara tentang kezhaliman atau ketidakadilan, mungkinkah kita bisa diam terlena menghadapinya?

Kembali pada kita–diam bisa binasa, bicara atau bertindak juga demikian. Karenanya berbuatlah walau hanya dalam ‘simbol kebencian terhadap kezhaliman dan kesewenangan’.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here