Kopi Sehat UBM: Dendam Tak Sudah

68

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI- Direktur An Nahl Institute Jakarta)

Di BENGKULU ada danau terkenal namanya danau “Dendam Tak Sudah”. Tetapi sahabat dan orang yang saya kenal dari sana tak ada yang pendendam, apalagi dendamnya berjilid-jilid bahkan berlapis sampai pada pembantaian! Yang ada malah kebalikannya, mereka baik-baik dan sopan-sopan.

Terkadang dendam itu berawal dari hal sepele, membuat orang susah sekali memaafkan, bahkan dendamnya sampai dibawa mati. Ini memang masuk kategori penyakit hati, yang tentunya juga diobati dengan obat hati.

Obat hati yang kita kenal dan umumnya orang hafal adalah ‘Tombo Ati’ yang dinyanyikan oleh sahabat saya Ainur Rofiq Lil Firdaus yang terkenal dengan panggilan Opick Tombo Ati. (hafal syairnya kan?)

Sepertinya yang lagi menimpa banyak orang di ‘dunia persilatan’ hari ini adalah dendam! Bahkan lebih parah, karena dendam politik! Dendam tak sudah atau dendam tak berkesudahan.

Mau sampai kapan semua ini dibiarkan? Mau seperti apa jika ini semua akan mewarnai ranah perpolitikan yang sudah seperti barang rombengan atau loakan?

Saya jadi terinspirasi apa yang barusan disampaikan oleh sahabat dekat saya keturunan Palestina dan saat ini tinggal di Norwegia, “Forgiveness may make us look weak, but the weakest is the one who holds anger, hatred, and revenge”.

Kurang lebih maknanya: “Memaafkan mungkin membuat kita terlihat lemah, tetapi sesungguhnya yang paling lemah adalah orang yang menyimpan amarah, kebencian dan balas dendam.”

Berat memang! Tapi harus bisa dan mesti bisa! Karena dendam yang tak sudah akan membuat hati akan jadi berkarat dan berat untuk lebih taat. Sebentar lagi Ramadhan, kita butuh energi ekstra, kita perlu tenaga lebih agar ibadah kita maksimal dan hati, pikiran serta perasaan kita lebih jernih, insya Alláh.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here