Kopi sehat UBM: Bercermin

104

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi & Penyiaran Islam PP Parmusi, Direktur An Nahl Institute Jakarta)

Salah satu kebiasaan dan perilaku yang kurang baik, tapi terlalu sulit untuk disadari adalah sifat suka menilai orang lain.

Banyak waktu terbuang hanya untuk menilai orang lain daripada menilai diri sendiri.

Ketika seseorang menyibukkan dirinya, dengan mengundang perilaku orang lain ke dalam hidupnya, maka dia akan lupa untuk berpikir buat pertumbuhan, perbaikan, dan kemajuan kepribadiannya sendiri yang lebih berkualitas.

Kebanyakan orang selalu menjadi sangat pintar dalam menilai perilaku dan sikap orang lain, dan menjadi lalai untuk menilai perilaku dan sikap diri sendiri.

Lebih baik menilai diri sendiri dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang, agar diri bisa menjadi pribadi yang berkualitas, untuk menghasilkan kehidupan yang lebih indah dalam kebahagiaan.

Kualitas hidup dalam kebahagiaan hanya bisa dimiliki, pada saat seseorang mampu memahami dan MENGENAL DIRI SENDIRI dengan baik.

Sering-seringlah bercermin, karena dari cermin kita bisa mendapatkan banyak pelajaran, bahwa dengan bercermin terhadap diri sendiri, kita dapat melihat kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Hal tersebut memicu kita untuk terus melakukan introspeksi diri.

Dengan introspeksi diri yang dilakukan sebelum memberikan sebuah nasihat atau menilai orang lain, hal tersebut dapat menjauhkan diri kita dari rasa angkuh. Kehidupan juga dapat diibaratkan seperti cermin, apa pun yang kita perbuat setiap harinya merupakan cerminan isi hati.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here