Konsolidasi Kader, PD Parmusi Kota Jakarta Pusat Gelar Musda III

46
Ketua Umum PP Parmusi, Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos memberikan sambutan pada Musda III PD Parmusi Kota Jakarta Pusat, Ahad (10/10/2021). (Foto: nusantarabicara)

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Daerah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Kota Jakarta Pusat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III, Ahad (10/10/2021), untuk mempererat silaturrahim dan konsolidasi kader.

Selain itu, pada kegiatan yang mengusung tema “Kita Pererat Konsolidasi Kader dan Organisasi” ini juga dilantik jajaran Pengurus Daerah Parmusi Kota Jakarta Pusat masa bakti 2021-2026 Jakarta.

Dalam susunan pengurus, Ilham menjadi Ketua PD Parmusi Kota Jakarta Pusat didampingi Andi Saprudin sebagai Sekretaris, dan Julham sebagai Bendahara.

Sekretaris PW Parmusi DKI Jakarta Ambardi, SE, yang menjadi pimpinan Sidang Pleno, mengatakan bahwa pembentukan PD Parmusi Kota Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari pergerakan strategis organisasi.

“Penyelenggaraan Musda III Parmusi Jakarta Pusat ini sesuai dengan amanat Ketua Umum Parmusi, dimana pengurus lama dibekukan karena tidak ada kegiatan dan program kerja yang bermanfaat bagi kader dan masyarakat,” kata Ambardi memberi penjelasan.

Ambardi berharap mudah-mudahan PD Parmusi Kota Jakarta Pusat ini menjadi kader-kader terbaik yang dapat mengkonsolidasikan dan menyampaikan visi dan misi Parmusi, termasuk menjiwai karakter Parmusi yang mengusung “Connecting Muslim”.

“Juga mampu menjalankan manhaj Desa Madani yang berdiri di atas empat pilar, yaitu peningkatan iman dan takwa, meningkatkan kualitas pendidikan umat, pemberdayaan ekonomi, dan pemberdayaan sosial,” jelasnya.

Ketua Umum PP Parmusi, Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos yang hadir pada gelaran tersebut turut memberikan sambutan penyemangat kepada pengurus baru PD Parmusi Kota Jakarta Pusat.

Menurutnya, tantangan dakwah Parmusi di masa mendatang semakin berat, sehingga dibutuhkan kesungguhan dan militansi para dai.

“Tantangan dakwah kita ke depan semakin berat, sehingga jangan kita bermain-main di dalam berjuang. Para kader dan pengurus harus bisa bermanfaat, baik bagi dirinya, organisasi dan masyarakat. Jangan hanya senang saat namanya terpampang di dalam kepengurusan struktur organisasi tetapi tidak pernah berkontribusi terhadap gerakan Dakwah Ilallah. Selamat berjuang!” tandas Usamah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here