Kongres Umat Islam Indonesia Dorong Kepemimpinan Profetik di Bidang Politik

401
Sekjen MUI, Anwar Abbas.

Pangkalpinang, Muslim Obsession – Ketua Panitia Pengarah Kongres Umat Islam Indonesia ke-7, Anwar Abbas mendukung tercapainya kepemimpinan profetik di bidang politik.

Menurut Anwar, hal ini perlu dicapai mengingat capaian positif umat Islam dalam bidang politik meski masih harus terus disempurnakan.

“Ada beberapa hal yang masih harus diperjuangkan oleh umat Islam, yaitu terbangunnya sebuah kepemimpinan politik yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang terkandung dalam ajaran Islam serta terbentuknya kepemimpinan profetik yang dicirikan melalui sikap shiddiq, amanah, fathonah dan tabligh,” kata Anwar dari arena Kongres di Pangkalpinang, Rabu (26/2/20).

Guna mewujudkan cita-cita kepemimpinan profetik ini, lanjut Sekjend MUI ini, diperlukan pembangunan sistim dan budaya politik yang mampu memaksa sekaligus menuntun seluruh partai politik agar berorientasi kepada keadilan, keadaban dan tidak meminggirkan nilai-niai luhur dari ajaran agama.

“Untuk itu kepada partai-partai politik kita harapkan agar membangun sistim internal partai yang transparan dan akuntabel serta mampu membangun dan mengembangkan budaya politik dengan menguatkan civil society melalui edukasi politik yang inspiratif dan mencerahkan,” tambah Anwar.

Anwar juga berharap agar seluruh pemuka agama Islam di semua ormas Islam tidak segan-segan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa menjalankan aturan agama secara sempurna dijamin dalam konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Supaya ormas-ormas Islam dan elemen-elemen umat bisa dan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada umat Islam dan pihak-pihak lain bahwa menjalankan Islam secara kaffah bukan merupakan suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Hal itu dilindungi konstitusi dan merupakan sikap Pancasilais.

Selanjutnya, seperti dilansir Kemenag, Anwar berharap agar masing-masing ormas Islam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sesuai dengan dasar perundang-undangan yang berlaku.

“Mendorong ormas-ormas Islam untuk menyelenggarakan program-program pendidikan politik yang mencerahkan dengan mengacu kepada ajaran Islam, Pancasila dan UUD 1945,” terang Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.

Langkah inilah yang diharapkan mampu diwujudkan usai terselenggaranya Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di Pangkalpinang, Babel, Rabu (26/2) hingga Sabtu (29/2).

“Agar kita mampu menyiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta berakhlakul karimah untuk mengisi berbagai jabatan politik di negeri ini melalui cara-cara yang baik, etis, berakhlak, elegan dan konstitusional,” pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here