KKHI Imbau Jamaah Haji Waspada Penyakit Saat Ibadah Haji

494
Waspada Penyakit Saat Ibadah Haji (Foto: Kemenag)

Makkah, Muslim Obsession – Embarkasi Jakarta telah memberangkatkan sebanyak 3.496 jamaah haji hingga hari keempat pemberangkatan ke Tanah Suci. Maka dari itu Jemaah haji diimbau untuk waspada terhadap tiga gangguan kesehatan yakni dehidrasi, hipertensi, dan infeksi saluran pernafasan (Ispa).

Hal itu dilakukan karena biasanya penyakit tersebut kerap mengganggu jamaah yang hendak melaksanakan ibadah haji. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyatakan berdasarkan pengalaman tahun lalu, rata-rata jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan terserang penyakit tersebut. Gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi akibat iklim yang berbeda dengan di Tanah Air.

“Cuaca yang terik dan aktivitas padat memicu jamaah mudah lelah. Jika tidak didukung dengan memperbanyak konsumsi cairan, maka jamaah mudah terserang dehidrasi,” kata Kepala Seksi Kesehatan Haji Makkah M Imran, Ahad (22/7/2018).
Bahkan, kata dia, sangat mungkin mereka mengalami kejang panas (heatstroke). Kejang panas terjadi saat suhu tubuh meningkat drastis, lebih dari 40 derajat celsius. Biasanya disertai dengan sakit kepala berkunang-kunang, keringat bercucuran, dan mual. Terkadang juga disertai kondisi kulit yang memerah dan kebingungan.
“Gangguan pernafasan biasanya terjadi karena debu. Gangguan tersebut biasanya berupa batuk dan pilek. Sedangkan, hipertensi dipicu salah satunya karena kurang istirahat,” ungkapnya.
Imran mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan informasi dan pelayanan kesehatan. Fasilitas yang ada di KKHI Makkah menurutnya sudah cukup untuk menangani gangguan kesehatan jamaah.
Klinik tersebut memiliki ruang perawatan berukuran cukup luas di bagian belakang. Di sana terdapat tempat tidur, infus, lemari peralatan kesehatan, ruang tunggu, dan ruang penyimpan obat. Ratusan petugas medis siap memberikan pelayanan. Mereka terdiri dari perawat, dokter umum, dan spesialis.
KKHI, lanjut dia, saat ini tengah merapikan kamar untuk pasien dan menginvestarisasi berbagai keperluan yang dibutuhkan. Koordinasi dengan kementerian agama terus dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here