Kisah Seru UAS Melakukan Perjalanan Bersama Syaikh Dr Omar 

624
UAS dan Syaikh Dr Omar (Foto: Instagram)

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz Abdul Somad (UAS) membagikan kisah percakapan mengesankan saat melakukan perjalanan bersama Syaikh Dr Omar, melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (27/12/2019).

Syaikh Dr Omar: “Abdul Somad, esok kita pergi ke suatu tempat.”

UAS: “Kemana Syaikh?”

Syaikh Dr Omar: “Saya istikharah dulu malam ini. Esok pagi saya beri kabar.”

“Lalu, Mu’ayyad anak Syaikh Dr Omar datang menjemput. Beberapa mahasiswa baru ikut serta, bersama Pak Ijil dan Zulkifli mahasiswa S2 African International University.
Setelah melalui setengah jam perjalanan, kami sampai di suatu rumah, sederhana,” kisah UAS.

Sebelum masuk, di depan pintu sudah siap seekor kambing besar. Kambing itu pun dipotong, dan mereka melewati kambing tersebut.

“Begini kami menyambut tamu,” ujar Syaikh Dr Omar.

Para tamu disuguhkan minuman botol, sambil duduk di atas tikar terhampar. Ada beberapa orang datang. Syaikh Dr Omar meminta UAS membacakan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

View this post on Instagram

• ‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . . @sahabatuasofficial . Selasa, 24 Desember 2019. Pukul 21.00. Syaikh Dr Omar: "Abdul Somad, esok kita pergi ke suatu tempat". Uas : "Kemana Syaikh?". Syaikh Dr Omar: "Saya istikhoroh dulu malam ini. Esok pagi saya beri kabar". Rabu, 25 Desember 2019. Mu'ayyad anak Syaikh Dr Omar datang menjemput. Beberapa mahasiswa baru ikut serta, bersama pak Ijil dan Zulkifli mahasiswa S2 African International University. Setelah melalui setengah jam perjalanan, kami sampai di suatu rumah, sederhana. Sebelum masuk, di depan pintu sudah siap seekor kambing besar. Kambing itu pun dipotong, kami melewati kambing tersebut. "Begini kami menyambut tamu", ujar Syaikh Dr Omar. Kami disuguhkan minuman botol, sambil duduk di atas tikar terhampar. Ada beberapa orang datang. Syaikh Dr Omar meminta Uas membacakan al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. Seolah tau apa yang berkecamuk dalam kepala kami, Syaikh Dr Omar menjelaskan, "Banyak orang sakit, tidak mampu ke dokter. Ada yang mampu, tapi dokter tak kuasa menyembuhkan. Kami bacakan doa-doa Ruqyah dan herbal. Alhamdulillah, sembuh". Setelah Syaikh Dr Omar membacakan doa, sebelum pulang, terlihat tamu itu menyalami Syaikh Dr Omar dengan menempelkan beberapa lembar uang. Syaikh Dr Omar menghitung uang itu, lalu meminta tamu itu membagikannya kepada semua tamu. Alhamdulillah, semua mahasiwa yang ikut dapat jatah, kecuali Uas. ……… bersambung ke kolom komentar…..

A post shared by UAS عبد الصمد (@ustadzabdulsomad_official) on

Seolah tahu apa yang berkecamuk dalam kepala mereka, Syaikh Dr Omar menjelaskan, “Banyak orang sakit, tidak mampu ke dokter. Ada yang mampu, tapi dokter tak kuasa menyembuhkan. Kami bacakan doa-doa Ruqyah dan herbal. Alhamdulillah, sembuh,” jelas Syaikh.

Setelah Syaikh Dr Omar membacakan doa, sebelum pulang, terlihat tamu itu menyalami Syaikh Dr Omar dengan menempelkan beberapa lembar uang. Syaikh Dr Omar menghitung uang itu, lalu meminta salah satu tamu membagikannya kepada semua tamu. Alhamdulillah, semua mahasiwa yang ikut dapat jatah, kecuali UAS.

Masuk waktu shalat Zhuhur, salah satu dari mahasiswa mengumandangkan adzan. Mereka pun shalat berjamaah. Tak lama, tercium aroma masakan daging kambing sudah siap.

Akhirnya yang ditunggu tiba. Daging kambing panggang, jeroan digoreng, salad lengkap dengan gargir. Tak ketinggalan roti.

Syaikh Dr Omar bercerita, “Rumah ini tempat ibu saya, di sini tinggal anak-anak tidak mampu. Saya sudah menjadi da’i Rabithah ‘Alam Islamy selama lebih dari 30 tahun. Kami telah membangun tiga masjid dan beberapa lembaga tahfizh Qur’an. Saya di kampus hanya tiga hari saja, selebihnya bersama masyarakat.”

Setelah makan, UAS dan lainnya melanjutkan perjalanan. Sampai di depan makam Syaikh Ahmad at-Thayyib, Syaikh Dr Omar memakaikan Khirqah (kain jubah hitam) kepada UAS seraya berkata:

“Aku ijazahkan kepadamu Syaikh Abdussamad dzikir-dzikir yang telah ku terima dari Syaikh al-Ma’ruf, dari Syaikh Ali, dari Syaikh Muhammad Syarif, dari Syaikh Nurudda’im, dari Syaikh Ahmad at-Thayyib, dari Syaikh Muhammad ibn Abdul Karim Samman al-Madani.”

Syaikh Ahmad at-Thayyib adalah murid Syaikh Muhammad ibn Abdul Karim Samman, sama dengan Syaikh Abdussamad al-Falimbani, Syaikh Abdul Wahab al-Bugisi dan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.

“Lalu, menjelang petang kami sudah menuju kota Khartoum melewati persimpangan sungai Nil biru dan Nil putih. Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari perjalanan bersama Syaikh Dr Omar hari ini. Semoga Allah panjangkan umurnya, berkahi keluarganya, dapat kami bersamanya di surga firdaus bersama Rasulullah Saw.” pungkas UAS.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here