Kisah Pemilik Bioskop Meninggal Dunia di Masjid Agung Bangil

315
Ilustrasi.

Muslim Obsession – Mayoritas masarakat Bangil mengenal nama Dola Butak yang memiliki tempat hiburan gedung “Bioskop Indonesia” di kota Bangil.

Beliau adalah seorang muslim yang shalih bernama Abdullah bin H. Sulaiman, keturunan India yang tinggal di desa Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan.

Di akhir usianya Dola meninggal dalam keadaan shalat sunnah sebelum khatib naik ke atas mimbar di hari Jumat pada tahun 1988. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan, kenapa pemilik bioskop meninggal husnul khatimah di Masjid Agung Bangil?

Jawabannya: “Tuan Dola memiliki amal rahasia yang tidak diketahui masarakat Bangil. Di antaranya, beliau adalah seorang yang bakti kepada kedua orangtuanya, terutama kepada ibunya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari dia selalu bersama ibunya, mulai dari India lalu ke Burma hingga tinggal bersama di Kota Bangil.”

Setiap keluar dan masuk rumah, beliau selalu menyalami ibunya, kemudian memijitnya sambil membaca Al-Quran. Dia tidak akan berhenti membacanya jika tidak diminta berhenti oleh sang ibu.

Ada cerita menarik dari salah satu putranya. Saat belanja peralatan film ke Jerman, dalam perjalanan di atas kereta api, Dola bersedih dan menangis karena ia merasa tidak dapat berpisah dengan ibunya. Sehingga sampai di Jakarta, Dola segera mengurungkan niatnya, kemudian kembali pulang ke Bangil menemui ibunya di rumah.

Ternyata, Dola khawatir akan terjadi penyesalan seumur hidup, jika ibunya sakit atau meninggal dunia, sementara dirinya tidak ada di sisi ibunya.

Di samping itu, Dola dikenal sebagai sosok yang yang Jujur, selalu berbuat baik kepada siapapun, senang bersilaturrahmi kepada keluarga, mengutamakan belanja kepada sesama muslim pribumi sekalipun harganya mahal, senang mengajak makan bersama (tidak suka makan sendiri), hingga hobi bersedekah.

Setiap pagi, Dola selalu menyediakan uang untuk fakir miskin di depan rumahnya. Jika ke masjid, dua kantong saku bajunya pun terisi uang receh dan permen. Sebelum sampai rumah, uang dan permen tersebut sudah habis.

Demikian pula terhadap janda-janda dan fakir-miskin yang bercerita kepada keluarganya, tentang kedermawananya sepeninggal tuan Dola.

Berdasarkan kisah ini, kendati beliau seorang pemilik bioskop, tapi tampaknya Dola layak meninggal dengan husnul khatimah di Masjid Agung Bangil. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.. Baarakallahu fiikum.

 


Cerita ini ramai beredar di beberapa grup WhatsApp. Sengaja kami tampilkan untuk diambil ibrah dan hikmahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here