Kisah Nyata Tentang Kesetiaan Seorang Istri Sholehah

14440
Ilustrasi Wanita Muslimah

Muslim Obsession – Zainal, seorang pemuda yang berasal dari keluarga miskin. Dia berjibaku untuk mencari rezeki dari jadi tukang loper koran, sampai jadi kernet dan juga jadi tukang angkut telur dia lakukan.

Akhirnya, Zainal bertemu dengan Murni. Seorang wanita sederhana sebagai seles di satu perusahan. Tak lama kemudian mereka pun menikah dan tinggal di pinggir rel kereta.

Dua tahun pernikahan, mereka pun dikaruniai anak, tapi sayang anak tersebut cacat, Down Sindrom, Panji namanya. Murni pun berhenti kerja dan tidak akan menyia-nyiakan pemberian Tuhan agar bisa fokus dalam perawatan Panji saja.

Zainal pun mencari pekerjaan yang layak di sebuah perusahan besar di Jakarta, dan dia berhasil. Kemudian karena loyalitas dan dedikasi serta kecakapan dan kecerdasan Zainal diangkat sebagai mandor pegawai.

Namun lima tahun kemudian, Zainal berhasil menduduki posisi sebagai kepala bagian. Karena loyalitas dan kecerdasannya dalam mengambil keputusan, beberapa kali dia telah menyelamatkan perusahaan dari kerugian.

Hanya dalam waktu tiga tahun, zainal sudah mencapai level direktur, dengan gaji hingga puluhan juta per bulan. Belum lagi bonus tahunan yang mencapai angka ratusan juta.

Maka banyaklah gadis-gadis yang berusaha mendekati dirinya dari yang masih muda belia dan ada juga janda-janda muda.

Namun Zainal bertahan dan dilakukan cuma sebatas Have Fun saja. Sehingga, tak urung pertahananya jebol juga karena teman-teman direksi membicarakan penampilan istri-istrinya yang luar biasa.

Ditambah lagi, mereka punya simpanan wanita-wanita muda untuk kesenangan semata. Itu semua berbeda dengan istrinya Murni yang berjuang dan tanpa kenal lelah mengurus anaknya yang semata wayang dan penampilan Murni pun tidak kurang seperti pembantu dan baby sitter.

Setelah dua tahun bergelut dengan pertempuran di batinnya, ditambah dengan semakin masifnya godaan wanita di lingkaran kehidupannya, akhirnya zainal merasa inilah saat terbaik baginya untuk mengakhiri pernikahannya yang sudah berjalan empat belas tahun.

Zainal menyiapkan tabungan sebesar 500 juta dan membelikan sebuah rumah di pinggiran kota untuk isteri dan putera tunggalnya yang saat ini sudah berusia delapan tahun.

Zainal merasa dirinya adalah suami yang bertanggung jawab karena telah menyediakan tempat tinggal dan uang tabungan dalam jumlah besar.

Akhirnya hal ini dia ceritakan juga kepada murni, sang istri yang dinikahi sejak dia masih nol. Murni berkaca-kaca matanya dan berusaha untuk menahan tangisan.

Semua barang dikemas. Murni pun resmi dicerai. Saat zainal mau melangkah ke mobil sebagai tanda perpisahan, Murni berkata:

” Mas Jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan ya?!”

Kemudian, sejak berpisah dengan istrinya Zainal pun melayani dirinya sendiri. Bila pagi, terngianglah wajah teduh istrinya menyiapkan nasi goreng. Ketika Zainal mau makan, tiba-tiba kerongkongan seperti tidak dapat menelan nasi goreng tersebut.

Kondisi ini berlangsung selama 4 bulan. Dia semakin ditahan kerinduan dengan istri dan anaknya. Meski di kantor, Milla, Puspa, Verra dan lainnya, sedang berusaha untuk merayu dengan berbagai cara.

Tapi rindu Zainal sudah sulit dibendung. Dia pun ke rumah pingir kota tersebut. Namun sayangnya, yang dipanggil-panggil tidak ada.

Dia lihat tas pemberiannya, di sana masih ada uang 500 juta belum terjamah, begitu juga deposito seharga 1 miliar tidak dibawa Murni, dilihat ada sepucuk surat dan ada bagian yang membuat Zainal tertegun.

“Saya rela jika mas Zainal meninggalkanku walaupun kita sudah bersama dari nol. Tapi aku anggap ini sebagai ujian. Saya yakin nanti juga mas rindu…..”

Tak kuasa membaca surat itu, Zainal mencari-cari istrinya kesana kemari tapi belum juga ketemu. Akhirnya, dia memutuskan ke rumah orangtua Murni di ujung Bogor.

Di depan ibu mertua, Zainal bilang, “Mak !! Murni kemana ya! Aku cari kemana-mana tidak ketemu?!”

“Ada di dalam. Memang dia pergi tidak izin dengan kamu Nal?” tanyanya.

Tidak lama kemudian, Murni pun dimarahi oleh ibunya. Hal ini membuat mata Zainal berkaca-kaca. Dia tidak menyangka istrinya tidak cerita keadaan yang sebenarnya kepada sang ibu.

“Mah, mari kita pulang..” ajak Zainal kepada istrinyam

Murni pun hanya menundukkan kepala dan mengikuti langkah suaminya.

Sejak saat itulah, Zaenal sayang sekali dengan istrinya Murni. Kualitas akhlak pada diri Murmi, jauh lebih cantik dari wajah-wajah Mira, Milla, atau Vera.

Kisah ini, mengingatkan kepada kita akan firman Allah Swt.

“… Sebab itu, maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…” (An-Nisaa [4]: 34).

Al-Bukhari juga meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. beliau bersabda:

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Wallahu ‘Alam bish Shawab..

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here