Kisah Nizam Rohingya Ingatkan Kita Pada Uwais Al-Qarni

2072

Tahun berikutnya, Umar bin Khaththab bertanya kepada salah seorang terhormat dari kabilah Arab ketika menunaikan ibadah haji. Umar pun bertanya tentang Uwais.

“Aku tinggalkan Uwais dalam keadaan miskin dan sedikit harta,” jawab orang tersebut. Dalam riwayat Ibnul Mubarok, orang itu berkata, “Ia adalah orang yang jadi bahan ejekan di kalangan kami, ia dipanggil Uwais.”

Mendengar itu, Umar kemudian mengabarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Setelah mendengar sabda Rasulullah Saw. tersebut, orang itu pun segera mendatangi Uwais. Kepada Uwais, ia pun meminta untuk didoakan.

“Mintalah ampunan kepada Allah untukku, wahai Uwais.”

“Bukankah engkau baru saja pulang dari safar (perjalanan) yang baik (yaitu haji)? Mintalah ampunan kepada Allah untukku,” kelit Uwais.

“Tapi, bukankah engkau telah bertemu dengan khalifah Umar” Tanya orang itu.

“Iya benar.” Paham yang dimaksudkan, Uwais pun lalu berdoa memintakan ampunan kepada Allah untuknya.

Dalam riwayat Al-Hakim, Uwais berkata, “Aku tidak akan memohonkan ampunan kepada Allah untukmu hingga engkau melakukan untukku tiga perkara.”

“Apa itu?”

“Janganlah engkau ganggu aku lagi setelah ini. Janganlah engkau memberitahu seorangpun apa yang telah dikabarkan Umar kepadamu.” Lalu Uwaispun memohon ampunan bagi orang itu.

Dalam Musnad Ibnul Mubarok ditambahkan, “Tatkala tersebar berita (tentang perkataan Umar) maka Uwais pun lari dan pergi. Itu dilakukannya untuk menghindari orang-orang yang berdatangan kepadanya untuk meminta didoakan dan ampunan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

“Orang lain pun tahu akan keistimewaan Uwais. Lantaran itu, ia mengasingkan diri menjauh dari manusia,” (HR. Muslim).

Wallahu A’lam bish Shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here