Kisah Nizam Rohingya Ingatkan Kita Pada Uwais Al-Qarni

2011
Nizam Rohingya
Seorang pengungsi Rohingya bernama Nizam memantik simpatik publik saat ia harus memikul kedua orangtuanya di dalam keranjang.

MuslimObsession.com – Aksi biadab militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya mengoyak sanubari publik dunia. Pembunuhan dan pemerkosaan terjadi secara massif. Tak puas, kampung-kampung etnis minoritas itu pun dibakar oleh militer Myanmar hingga memaksa ratusan ribu penduduknya mengungsi.

Namun, di balik peristiwa tragis yang dinilai sebagai aksi pemusnahan etnis (genosida) itu, terselip sebuah fenomena yang patut direnungi dan bahkan diteladani. Kisah seorang Nizam, pengungsi Rohingya yang menempuh perjalanan panjang untuk menghindari kebiadaban militer Myanmar.

Beredar secara viral, Nizam diketahui sebagai pemuda yang mengungsi bersama kedua orangtuanya. Nizam berjalan dari rumahnya di selatan Maungdaw atau 35 kilometer dari perbatasan Bangladesh. Di kawasan yang jauh dari sentuhan teknologi itu Nizam berjalan tanpa kendaraan. Bukan hanya tak berkendaraan, Nizam bahkan berjalan tanpa alas kaki.

Di sisi lain, mengingat usia kedua orangtuanya sudah renta, Nizam memasukkan mereka ke dalam keranjang. Ia pikul keranjang berisi ayah dan ibunya itu melewati tanah berlumpur, bukit, hutan, dan menyeberangi sungai selama lima hari.

Perjuangan Nizam yang diyakini banyak orang sebagai bakti seorang anak kepada kedua orangtuanya segera merebut simpatik. Sebuah perjuangan langka yang saat ini hampir mustahil ditemukan di belahan bumi lainnya.

Bakti dan ta’dhim (pengagungan) Nizam kepada ayah dan ibunya mengingatkan kita pada kisah Uwais bin ‘Amir Al-Qarni. Seorang pemuda yang tidak terkenal di masyarakatnya, namun masyhur di kalangan penduduk langit. Rasulullah Saw. Menyebutnya sebagai tabi’in terbaik. Bahkan beliau memerintahkan Umar bin Khathab untuk memohonkan doa dan ampunan kepadanya.

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik tabi’in adalah seorang lelaki yang dipanggil Uwais. Dia mempunyai seorang ibu dan padanya terdapat tanda putih. Maka mintalah dia untuk memintakan ampun bagi kalian,” (HR. Muslim).

Berkali-kali kisah Uwais bin ‘Amir Al-Qarni ini diceritakan. Namun demikian, kisahnya itu selalu menarik untuk diikuti karena sarat keutamaan dan pelajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here