Kisah Mukjizat Nabi Yusya Sanggup Menahan Matahari Saat Perang di Tanah Suci

1474

Jakarta, Muslim Obsession – Nabi Yusya adalah salah satu nabi yang yang juga diberikan Allah sebuah mukjizat. Meski namanya tidak setenar dengan nabi-nabi lain, karena tidak masuk dalam daftar 25 nabi yang wajib diketahui. Namun Nabi Yusya juga banyak diceritakan dalam kitab-kitab sebelumnya. Bahkan mukjizatnya yang tidak dimiliki nabi lain.

Diceritakan, setalah wafatnya Nabi Musa ‘alaihissalam (AS), Tanah Suci (Baitul Maqdis) untuk Bani Israil, berhasil dibuka Nabiyullah Yusya’, yang merupakan seorang Nabi dan panglima perang. Allah memberinya karunia dan kemenangan atas musuh-musuhnya.

Salah satu mukjizat Allah yang diberikan kepada Nabi Yusya adalah ia sanggup menahan matahari. Kisah ini diceritakan oleh Syeikh Umar Sulaiman Al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania) dalam kitabnya “Kisah-kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul”. Syeikh Umar menukil salah satu hadis Hadist Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Syeikh Umar menceritakan, Nabiyullah yang berperang untuk membuka sebuah desa itu adalah Yusya’ bin Nun, salah seorang Nabi Bani Israil. Beliau adalah orang yang selalu mendampingi Nabi Musa dalam hidupnya. Beliau juga yang menemani Nabi Musa dalam perjalanannya kepada Nabi Khidhir.

Allah memberinya wahyu setelah Nabi Musa wafat dan Musa mengangkatnya sebagai penerusnya di Bani Israil. Nabi Yusya’ adalah pemimpin yang berkat jasanya Tanah Suci bisa direbut kembali. Dengan pasukannya Yusya’ berangkat ke kota yang hendak ditaklukkannya itu.

Dia mendekati kota itu pada waktu Ashar di hari yang sama. Ini berarti kesempatan untuk membuka kota itu tidaklah banyak, karena berperang di malam hari tidaklah mudah dan bisa jadi hari itu adalah hari Jum’at. Dia harus menghentikan perang begitu matahari terbenam, karena itu berarti tiba pada hari Sabtu telah tiba dan perang di hari Sabtu hukumnya haram bagi Bani Israil.

Maka dia harus mundur dari kota itu sebelum merebutnya, dan ini berarti memberi peluang kepada penduduk kota untuk memperkuat pasukannya, memperbaiki benteng-bentengnya dan menambah kekuatan senjatanya. Nabi Yusya’ pun menghadap matahari dan berkata kepadanya, “Kamu diperintahkan, aku juga diperintahkan.”

Kemudian Yusya’ berdoa kepada Allah Ta’ala. “Ya Allah, tahanlah ia untuk kami.” Allah mengabulkan permintaannya dan menunda terbenamnya matahari hingga kemenangannya diwujudkan. Iman Yusya’ begitu besar. Dia yakin kehendak Allah di atas segala sesuatu. Dia mampu memanjangkan siang sehingga kemenangan bisa diraih sebelum terbenamnya matahari. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here