Kisah Mbah Pon, Penjual Gudeg yang ‘Menampar’ Para Peserta Seminar

1350
Ilustrasi: Kakek Tua.

Muslim Obsession – Entah nyata atau tidak, kisah Mbah Pon mampir di ruang diskusi WA Group. Meski dituliskan sederhana, namun kisah ini sangat menarik dan menginspirasi.

Mbah Pon, demikian tokoh utama dalam tulisan ini, mengajarkan kita tentang berserah diri hanya kepada Allah. Sebuah akhlak yang tentu tak semua orang miliki.

Berikut kisahnya:

Namanya Mbah Pon. Penjual gudeg di pojokan pasar Beringharjo Jogja. Mempunyai 5 anak, dua di antaranya kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), dua lainnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan satu anak lainnya di Universitas Indonesia (UI). Mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.

Siang itu Mbah Pon duduk di depan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari Mbah Pon. Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada satupun jawaban dari Mbah Pon yang bisa memuaskan peserta.

Misalkan, ketika ada pertanyaan apa kiat mendidik anak, Mbah Pon hanya menjawab: “Ya biasa saja, kalo nakal ya dinasehati”.

Begitu pula saat pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya, dijawab Mbah Pon dengan: “Pas waktunya bayar sekolah, ya dibayar”.

Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari Mbah Pon. Hingga seorang peserta bertanya: “Mbah Pon, apa Mbah tidak pernah punya masalah?”

Pertanyaan ini sekilas membuat wajah Mbah Pon terlihat bingung. Ia malah kemudian balik bertanya, “Masalah itu apa to? Masalah itu yang seperti apa?”

Peserta itu mencontohkan, “Itu loh Mbah, misalkan pas sudah waktunya bayar sekolah, nggak ada uangnya”.

Mendengar itu Mbah Pon tersenyum. Ia lalu menjawab, “Oh itu toh, ya gampang saja. Kalau pas tidak ada uang, saya minta ke Gusti Allah. Lha ternyata besoknya ada yang mau mborong gudeg saya.”

Jawaban Mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang-orang pintar dan terpelajar.

Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah.

Dari Mbah Pon para peserta mendapatkan pelajaran yang sangat penting: Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya, bila hanya Allah yang dijadikan sandaran?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here