Kisah Keutamaan Bulan Muharam

380
Pawai Obor memperingati tahun baru Islam 1 Muharram (Foto: Edwin B/OMG)

Muslim Obsession – Nabi Muhammad Saw. sampai ke Kota Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa. Lalu beliau bertanya kepada mereka, “Ada apa ini? Mengapa kalian tidak makan dan tidak minum?”

Lalu mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah Swt. menyelamatkan Bani Israil dan pada hari ini Allah menenggelamkan Firaun. Lalu Nabi Musa melaksanakan puasa pada hari ini untuk bersyukur karena Allah sudah menyelamatkan Bani Israil dan menenggelamkan Firaun.”

Hari itu kemudian disebut Hari Asyura atau pada 10 Muharam. Namun, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengutip perkataan Nabi mengatakan, “Bedakan diri kamu dengan orang-orang Yahudi. Tidak boleh menyerupai Yahudi.”

UAS menambahkan bahwa yang paling afdhal kata Imam Ibn Qayyim, berpuasa pada tiga hari (di bulan Muharam) yakni pada 10 Muharam, satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya.

Andai tidak mampu tiga hari, maka kita melaksanakan puasa dua hari, pada tanggal 9 dan 10 Muharam. Lalu apa pelajaran dari riwayat ini?

Pertama, bahwa kita diperintahkan untuk mensyukuri nikmat Allah. Walaupun nikmat itu sudah terjadi ribuan tahun lalu. Kita tahu Nabi Musa diperkirakan hidup lebih kurang 1.500 tahun sebelum Masehi. Tapi mengapa kita tetap berpuasa di bulan Muharam pada tahun lalu, tahun ini atau tahun mendatang?

Jawabannya kata UAS, karena umat Muslim harus mengikuti sunah Nabi Muhammad Saw. Karena Nabi dan sahabat pun melaksanakannya. Mereka bersyukur kepada Allah Swt.

Kemudian apa kata Nabi kepada orang-orang Yahudi yang tengah berpuasa tersebut? “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian. Kalian mengikuti Musa karena kalian satu suku dengan Musa, sesama Yahudi dan sesama Bani Israil. Tapi aku melaksanakan ini karena aku adalah pelanjut syariat Nabi Musa.” (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here