Kisah Inspiratif! Belanja Penangkal Corona

1007
Ilustrasi Belanja. (Foto: khaleejtimes)

Muslim Obsession – Merebaknya virus Corona di Tanah Air menimbulkan kepanikan masyarakat di mana-mana. Namun, fenomena ini juga memunculkan banyak kisah.

Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah-kisahitu, salah satunya kisah viral yang menginspirasi berikut ini:

Setelah isu Corona makin heboh, Ahad pagi 15 Maret 2020, tidak seperti biasa suasana di supermarket grosir raksasa di kota Bekasi itu sangat ramai dengan pembeli.

Antrian pembeli di konter-konter kasir pun sudah mengular jauh sampai ke belakang. Dan rata-rata troli belanja mereka penuh dengan berbagai barang sembako dan belanjaan lainnya.

Yang menarik, di antara antrian panjang itu ada seorang ibu berjilbab hitam yang mengantri dengan 2 troli “raksasa” yang memang khas disediakan supermarket grosir tersebut.

Tidak tanggung-tanggung 12 karung beras diborongnya beserta belanjaan lain yg juga cukup banyak.

Ketika antrian Sang Ibu semakin dekat ke kasir, seorang lelaki yang kebagian antri di belakangnya bertanya, “Wah banyak sekali belanjanya Bu, buat persiapan nanti kalau terjadi lockdown akibat Corona ya?”

Sang Ibu hanya diam sambil tersenyum. Tapi mungkin karena merasa tidak enak jika tidak dijawab, akhirnya dengan tenang Sang Ibu menjawab, “Insya Allah bukan untuk persiapan Corona koq.”

“Oh mungkin buat jualan kali ya?” tanya Sang Lelaki.

“Nggak juga sih,” jawab Sang Ibu sambil berusaha mengalihkan pandangannya ke kasir yang sudah hampir selesai mengurus transaksi pembeli di depannya.

“Lha, terus buat apa belanja sebanyak ini,” kejar Sang Lelaki agak penasaran.

Karena merasa didesak, dengan suara yang diturunkan Sang Ibu akhirnya menjelaskan, “Insya Allah ini untuk dibagi-bagi. Soalnya kan masih banyak saudara-saudara kita yang berat ekonominya. Padahal kalau anak-anak mereka libur sekolah, pasti lebih banyak kebutuhan makannya.”

“Lho, kenapa nggak buat kepentingan sendiri saja? Kan kalau nanti bakal terjadi lockdown, pasti susah cari persediaan makanan,” tanya Sang Lelaki lagi.

“Justru ini untuk kepentingan sendiri, karena dengan bersedekah di situasi seperti ini, saya yakin akan diselamatkan Allah dari Corona dan berbagai dampaknya,” tutur Sang Ibu sambil mendorong trolinya ke depan kasir.

Sang Lelaki pun gak banyak bicara lagi. Ia langsung membantu Sang Ibu mendorong trolinya dan membantu mengangkat sejumlah barang ke depan kasir.

***

Sahabat… kisah nyata ini saya dengar langsung dari seseorang yang melihat dan mendengar percakapan itu.

Masya Allah tabarakallah, saya takjub, di tengah gelombang kepanikan publik akan isu Corona dan berbagai dampak yang menyertainya, masih ada orang yang berpikir “super waras”, yakni tidak egois memikirkan dirinya sendiri, tapi malah yakin bahwa cara terbaik untuk mencegah musibah global yang menakutkan itu justru malah dengan berbagi.

Berbagai berita dan postingan yang menghimbau kita untuk menyikapi musibah itu dengan banyak bersabar, bertaubat, berdzikir dan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah luar biasa banyaknya. Sebagaimana juga berbagai tips pencegahan corona secara medis, sudah sangat membludak dan tak putus-putus.

Tapi “cara langit” yang tak kalah ajaibnya, yakni bersedekah, nampaknya masih sangat minim digaungkan, atau bahkan nyaris tidak ada. Padahal Islam telah menuntun umatnya untuk menjadikan sedekah sebagai penolak bencana dan melawan penyakit karena sedekah tidak akan didahului musibah, termasuk wabah Corona ini. Berikut ini dalilnya yang shahih:

وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ فَأَوْثَقُوا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوهُ لِيَضْرِبُوا عُنُقَهُ فَقَالَ أَنَا أَفْدِيهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ

“Allah memerintahkan kepada kalian untuk bersedekah (sebagai penebus musibah), maka perumpamaan hal itu ibarat seorang laki-laki yang ditawan oleh musuh, kedua tangannya diikat ke lehernya, lalu mereka membawa pria tersebut untuk mereka penggal lehernya. Lalu tawanan ini berkata: ‘Saya tebus (diriku) dari kalian dengan (tebusan) sedikit maupun banyak’. Lalu ia pun membebaskan dirinya dari (musibah hukuman) mereka itu,” (Shahihul Jami’).

Jadi, untuk mengantisipasi wabah Corona yang semakin menggila ini, bukan dengan berbondong-bondong belanja masker, hand sanitizer, sembako secara berlebihan untuk diri dan keluarga. Tapi belanjalah semua kebutuhan itu juga untuk membantu orang lain yang kekurangan.

Sebab, orang-orang yang panik oleh Corona, tapi punya cukup uang untuk belanja, tidak akan semenderita orang lain yang juga panik tapi akan lebih panik lagi karena tak punya cukup uang untuk belanja kebutuhannya.

Dan YANG LEBIH MULIA lagi belanjakanlah harta di jalan Allah bukan hanya untuk urusan yang terkait Corona saja, TAPI juga untuk yang manfaat dan amal jariyahnya lebih berjangka panjang, karena musibah Corona hanya bagian sangat kecil saja dari musibah dan fitnah akhir zaman yang makin nyata ini. Masih banyak bencana yang lebih mengerikan lagi, akan menghantam kehidupan kita nanti.

Jadi sebelum Corona ini makin mengganas (na’dzu billah), SEGERALAH bersedekah dan keluarkan zakat, untuk program- program kebajikan yang UTAMA seperti wakaf (masjid, pesantren, usaha produktif, dll), beasiswa belajar, kesejahteraan guru-guru dhuafa, dan berbagai ladang amal soleh lainnya. Lebih UTAMA lagi jika disalurkan ke ladang amal yang jarang terjamah (misalnya dunia anak- anak spesial/IBK dhuafa).

JANGAN SEPELEKAN juga untuk bersedekah dengan barang bekas sekalipun, karena yang sisa-sisa tak selalu sia-sia. Bahkan sisa-sisa ini bisa menjadi penyelamat dari neraka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here