Kisah Haru Seorang Bapak yang Bekerja untuk Bertahan Hidup

59
Seorang bapak berdagang nasi di sekitar RS National Hospital Surabaya. (Foto: IG)

Muslim Obsession – Ada kisah haru dari Dr. Aimee Nugroho tentang perjuangan seorang bapak yang berdagang sekadar untuk bertahan hidup. Kisah yang turut dibagikan akun @rumahmungil di Instagram ini menyedot banyak perhatian.

Melalui tulisannya, Dr. Aimee mengajak netizen tidak sekadar berempati setelah membacanya, namun juga tergerak untuk membantu bapak tersebut.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak tulisan berikut ini.

Setiap pagi ketika saya lewat di perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit tempat saya bekerja, saya melihat seorang abang penjual nasi dengan anak lelakinya. Menunggu di tepi jalan. Kadang, sang anak tertidur di pangkuannya. Bungkus nasi di atas sepeda motor masih banyak. Padahal jam sudah menunjukkan hampir siang.

Awalnya, saya membatin. Kasihan sekali anak ini, harus ikut berjualan di tengah terik matahari hingga tidur di tepi jalan. Gak bisa kebayang jika ini anak saya. Akhirnya saya beberapa kali beli nasinya. Beberapa hari kemudian saya membeli lagi, karena sudah siang sisa dagangan masih banyak.

“Pak, berapa sisa nasinya?”

“10, Bu.”

“Ya sudah, saya beli 10.”

“Pak, nasinya akan lebih enak jika tempe ditambah bumbu kecap.”

“Bukan saya yang masak, Bu. Saya kulakan.”

“Oh, kenapa gak masak sendiri?”

“Saya gak bisa masak, Bu. Istri saya meninggal tahun lalu dengan anak yang dikandungnya. Jadi anak saya cuma berdua dengan saya. Gak ada yang dititipin jaga. Akhirnya saya ajak anak saya ikut jualan”.

Saat mendengar itu. Saya salut. Dengan daya juangnya, bertahan hidup. Bekerja berjualan nasi untuk menyambung hidup. Apapun yang bisa dilakukan, ia lakukan. Tidak bisa kerja ikut orang. Kerja sendiri. Tidak bisa memasak, ia kulakan. Tidak ada yang jaga anak, maka anak diajak jualan.

Menyerah bukan Pilihan.

By the way, lokasi jualan bapak ini di sekitar RS National Hospital Surabaya di dekat pertigaan Unesa Citraland, depan halte bus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here